Thursday, November 8, 2018

(Chapter V - Chemical Technology) Laporan Praktikum Desinfactan (Lysol dan Kreolin)

Nama                           : Antonius Yunian Wicaksono
NIM                            : 112002
Kelompok/ Semester   : 9 / II
Materi Praktikum        : Pembuatan Kreolin dan Lysol
Tujuan Praktikum        : Dapat membuat Kreolin dan Lysol dengan baik

A.    DASAR TEORI
Disinfektan adalah bahan kimia yang digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi atau pencemaran oleh jasad renik atau obat untuk membasmi kuman penyakit Pengertian lain dari disinfektan adalah senyawa kimia yang bersifat toksik dan memiliki kemampuan membunuh mikroorganisme yang terpapar secara langsung oleh disinfektan. Disinfektan tidak memiliki daya penetrasi sehingga tidak mampu membunuh mikroorganisme yang terdapat di dalam celah atau cemaran mineral. Selain itu disinfektan tidak dapat membunuh spora bakteri sehingga dibutuhkan metode lain seperti sterilisasi dengan autoklaf. Atau dengan kata lain desinfectant adalah zat yang digunakan untuk membunuh/membasmi bakteri atau mikroorganisme mengganggu kita. Bakteri dipandang mengandung penyakit bila menyebabkan penyakit dan dikatakan tidak mengandung penyakit bila tidak menyebabkan penyakit ( non paragenic ).
Efektivitas disinfektan dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya lama paparan, suhu, konsentrasi disinfektan, pH, dan ada tidaknya bahan pengganggu. pH merupakan faktor penting dalam menentukan efektivitas disinfektan, misalnya saja senyawa klorin akan kehilangan aktivitas disinfeksinya pada pH lingkungan lebih dari 10. Contoh senyawa pengganggu yang dapat menurunkan efektivitas disinfektan adalah senyawa organik.
Jenis –jenis Desinfactan          : 
-          Klorin
Senyawa klorin yang paling aktif adalah asam hipoklorit. Mekanisme kerjanya adalah menghambat oksidasi glukosa dalam sel mikroorganisme dengan cara menghambat enzim-enzim yang terlibat dalam metabolisme karbohidrat . Kelebihan dari disinfektan ini adalah mudah digunakan, dan jenis mikroorganisme yang dapat dibunuh dengan senyawa ini juga cukup luas, meliputi bakteri gram positif dan bakteri gram negatif. Kelemahan dari disinfektan berbahan dasar klorin adalah dapat menyebabkan korosi pada pH rendah (suasana asam), meskipun sebenarnya pH rendah diperlukan untuk mencapai efektivitas optimum disinfektan ini. Klorin juga cepat terinaktivasi jika terpapar senyawa organik tertentu.
-          Iodin
Iodin merupakan disinfektan yang efektif untuk proses desinfeksi air dalam skala kecil. Dua tetes iodine 2% dalam larutan etanol cukup untuk mendesinfeksi 1 liter air jernih. Salah satu senyawa iodine yang sering digunakan sebagai disinfektan adalah iodofor. Sifatnya stabil, memiliki waktu simpan yang cukup panjang, aktif mematikan hampir semua sel bakteri, namun tidak aktif mematikan spora, nonkorosif, dan mudah terdispersi. Kelemahan iodofor diantaranya aktivitasnya tergolong lambat pada pH 7 (netral) dan lebih dan mahal. Iodofor tidak dapat digunakan pada suhu lebih tinggi dari 49 °C.
-          Alkohol
Alkohol disinfektan yang banyak dipakai untuk peralatan medis, contohnya termometer oral. Umumnya digunakan etil alkohol dan isopropil alcohol dengan konsentrasi 60-90%, tidak bersifat korosif terhadap logam, cepat menguap, dan dapat merusak bahan yang terbuat dari karet atau plastik.
-          Amonium Kuartener
Amonium kuartener merupakan garam ammonium dengan substitusi gugus alkil pada beberapa atau keseluruhan atom H dari ion NH4+nya. Umumnya yang digunakan adalah en:cetyl trimetil ammonium bromide (CTAB) atau lauril dimetil benzyl klorida. Amonium kuartener dapat digunakan untuk mematikan bakteri gram positif, namun kurang efektif terhadap bakteri gram negatif, kecuali bila ditambahkan dengan sekuenstran (pengikat ion logam). Senyawa ini mudah berpenetrasi, sehingga cocok diaplikasikan pada permukaan berpori, sifatnya stabil, tidak korosif, memiliki umur simpan panjang, mudah terdispersi, dan menghilangkan bau tidak sedap. Kelemahan dari senyawa ini adalah aktivitas disinfeksi lambat, mahal, dan menghasilkan residu.
-          Formaldehida
Formaldehida atau dikenal juga sebagai formalin, dengan konsentasi efektif sekitar 8%. Formaldehida merupakan disinfektan yang bersifat karsinogenik pada konsentrasi tinggi namun tidak korosif terhadap metal, dapat menyebabkan iritasi pada mata, kulit, dan pernapasan. Senyawa ini memiliki daya inaktivasi mikroba dengan spektrum luas. Formaldehida juga dapat terinaktivasi oleh senyawa organik.
-          Kalium permanganat
Kalium permanganat merupakan zat oksidan kuat namun tidak tepat untuk disinfeksi air. Penggunaan senyawa ini dapat menimbulkan perubahan rasa, warna, dan bau pada air. Meskipun begitu, senyawa ini cukup efektif terhadap bakteri Vibrio cholerae.
-          Fenol
Fenol merupakan bahan antibakteri yang cukup kuat dalam konsentrasi 1-2% dalam air, umumnya dikenal dengan lisol dan kreolin. Fenol dapat diperoleh melalui distilasi produk minyak bumi tertentu. Fenol bersifat toksik, stabil, tahan lama, berbau tidak sedap, dan dapat menyebabkan iritasi, Mekanisme kerja senyawa ini adalah dengan penghancuran dinding sel dan presipitasi (pengendapan) protein sel dari mikroorganisme sehingga terjadi koagulasi dan kegagalan fungsi pada mikroorganisme tersebut.
            Didalam desinfactan yang kali ini dibuat adalah Lysol dan Kreolin.                                       Lysol adalah nama merek dari desinfektan pembersih rumah tangga didistribusikan oleh Reckitt Benckiser . Hal ini dipasarkan untuk membersihkan, desinfektan permukaan makanan dan penghapusan bau. Nama ini digunakan pada semprotan aerosol, pra-jenuh jaringan dan solusi cair. Bahan aktif dalam berbagai produk Lysol adalah benzalkonium klorida . Bahan ini sangat beracun bagi ikan ( LC 50 = 280 mg ai / L), sangat sangat beracun bagi invertebrata air (LC 50 = 5,9 mg ai / L) , sedang racun bagi burung ( LD 50 = 136 mg / kg bb), dan sedikit beracun ("aman") untuk mamalia (LD 50 = 430 mg / kg-bb).
Kreolin
Creolin berasal dari batubara dengan distilasi kering, dan terdiri dari campuran dari natrium garam-garam dari beberapa resin asam dengan Minyak kreolin dan piridina.

Karakter
Sebuah coklat tua, cairan alkali manis. Membentuk campuran, keruh susu dengan air , yang memiliki, karakteristik agak menyenangkan, bau persiapan.

Aksi dan Penggunaan kreolin

Creolin adalah non-iritasi, tapi kuat antiseptik , sering digunakan sebagai pengganti asam karbol. Hal ini digunakan murni, dalam 2 persen. larutan, dalam salep atau sebagai sabun, 10 persen. Telah diberikan secara internal dalam fermentasi lambung, disentri dan tipus demam . Gejala toksik telah diamati, tetapi mereka jarang ditemui. Persiapan disinfektan Jeyes 'mengandung creolin.
B.     ALAT DAN BAHAN                  :
·         Alat                 :
Ø  Cawan Porselen 2 buah
Ø  Beaker glass       3 buah
Ø  Pengaduk           3 buah
Ø  Gelas Ukur         1 buah
Ø  Bunsen
Ø  Kasa + Selang + Tripot
·         Bahan
Ø  Kreolin
ü  Crea Silic Acid            : 10 ml
ü  Gondorukem               : 6 g
ü  ABS                            : 10 ml
ü  NaOH                         : 2 g
ü  Pain Oil                       : 10 ml
ü  Aquadest                     : 100 ml
Ø  Lysol
ü  Linsid Oil                    : 10 ml
ü  NaOH                         : 5 g
ü  Crea Silic Acid            : 30 ml
ü  Aquadest                     : 50 ml
C.     CARA KERJA                             :
Kreolin            :
1.      Larutkan NaOH dalam 20 ml Aquadest.
2.      Panskan Gondorukem dan Crea Silic Acid hingga Gondorukem larut.
3.      Tambahkan larutan NaOH sedikit demi sedikit sambil diaduk.
4.      Setelah semua NaOH habis, turunkan dari api dan tambahkan ABS sedikit demi sedikit sambil diaduk, kemudian tambahkan Pain Oil.
5.      Encerkan dengan Aquadest sisa, aduk hingga homogeny.
Lysol               :
1.      Larutkan NaOH dalam 15 ml Aquadest, panaskan Lincid Oil pada suhu 80°C. kemudian masukkan larutan NaOH sedikit demi sedikit sambil diaduk, hingga tampak seperti sabun.
2.      Tambahkan Crea Silic Acid sambil diaduk hingga sabun yang terbentuk larut.
3.      Turunkan dari api dan langsung diencerkan dengan Aquadest sisa.
4.      Aduk hingga homogeny.


GAMBAR ALAT                  :

Kreolin



Lysol

D.    DATA PENGAMATAN             :
Insektisida
Pada saat karbon aktif dan blincing earth dipanaskan, penambahannya secara perlahan-lahan, larutan menjadi panas. Lalu pada saat disaring, larutan berubah warna dari hitam pekat menjadi kuning. Lalu pada saat masih hangat langsung ditambah melation.
Kreolin
Larutan NaOH terlebih dahulu dibuat. Gondorukem dan crea silic acid dipanaskan warnanya kuning, lalu ditambah ABS dan pain oil, agak mengental dan memiliki aroma pain oil. Lalu pada saat ditambah aquadest sisa agak mencair atau lebih encer.
Lysol
Larutan NaOH terlebih dahulu dibuat, warnanya jernih. Larutan Lincid Oil terasa panas. Saat larutan NaOH ditambahkan bentuknya seperti pasta. Saat ditambah crea silic acid larutan agak kental, dan saat terakhir ditambah aquadest sisa larutan menjadi encer.

E.     PEMBAHASAN                          :
Kreolin
Kreolin adalah salah satu merk dari insektisida. Bahan bahan yang digunakan adalah Crea Silic Acid, Gondorukem, ABS, NaOH, Pain Oil dan Aquadest. Pada saat pembuatan kreolin kali ini praktikum kali ini praktikan memiliki kesulitan, yaitu pada saat terakhir penambahan aquadest sisa untuk mengencerkan larutan, tapi larutan malah mengental dan memiliki bentuk seperti emulsi w/o. lalu praktikan mengulangi praktikum kreolin dan menemukan beberapa factor yang menyebabkan kreolin mengental atu mencair, yaitu :
1.      Penambahan sisa aquadest haruslah pada saat larutan ssudah cair.
2.      Pembuatan banyak sedikitnya larutan akan mempengaruhi hasil, cenderung pada saat membuat kreolin dalam jumlah banyak maka tingkat keberhasilan juga semakin besar.
3.      Penambahan aquadest sisa haruslah sedikit demi sedikit dan sambil terus diaduk.
4.      Pada saat penambahan aquadest sisa, haruslah perlahan atau saat ingin menambahkan kembali haruslah larutan sudah berwarna hitam ketika diaduk.
Jika praktikan memahami beberapa factor tersebut, maka hasil dari kreolin yang dihasilkan akan maksimal. Kreolin yang dihasikan memiliki bau yang pekat,sehingga agak pusing jika terus menghirup terus menerus.
Lysol
Lysol juga merupakan jenis dari insektisida. Lysol adalah nama merek dari desinfektan pembersih rumah tangga didistribusikan oleh Reckitt Benckiser . Hal ini dipasarkan untuk membersihkan, desinfektan permukaan makanan dan penghapusan bau. Nama ini digunakan pada semprotan aerosol, pra-jenuh jaringan dan solusi cair. Bahan aktif dalam berbagai produk Lysol adalah benzalkonium klorida . dalam pembuatan Lysol bahan bahan yang digunakan adalah : Linsid Oil, NaOH, Crea Silic Acid dan Aquadest. Dalam praktikum kali ini, praktikan juga mengalami hambatan, yaitu pada saat penambahan NaOH. Seharusnya pada saat penambahannya larutan agak mengental seperti sabun, namun larutan tetap encer dan tidak menyabun. Sehingga saat penambahan aquadest sisa larutan menjadi sangat encer, namun Lysol yang dihasilkan tetap memiliki bentuk menyerupai Lysol yang ada dipasaran. Lysol juga memiliki bau yang tidak enak dan jika dihirup terus menerus maka akan menyebabkan pusing.


F.      KESIMPULAN                                        :
Jadi Kreolin yang dihasilkan memiliki bentuk cair dan warna hitam pekat.
Lysol yang dihasilkan memiliki bentuk cair, warna hitam pekat dan sedikit berbusa dan memiliki bau yang menyengat.
DAFTAR PUSTAKA                                    :
v  Havard CWH. 1990. Black’s Medical Dictionary 36th edition. USA: Barnes & Noble Books.
v  Departemen Pendidikan Nasional Indonesia. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Ed.4. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
v  Darmadi. 2008. Infeksi Nosokomial: Problematika dan Pengendaliannya. Jakarta: Penerbit Salemba Medika.


Semarang, 19 Mei 2012
      Pembimbing                                                                                              Praktikan

    (Herman Yoseph, S.Pd , MT)                                                  ( Antonius Yunian Wicaksono )














LAPORAN RESMI KIMIA TERAPAN
“ PEMBUATAN KREOLIN DAN LYSOL”





Antonius Yunian Wicaksono
112002


AKADEMI KIMIA INDUSTRI SANTO PAULUS
SEMARANG
2013


No comments:

Post a Comment

(Chapter V - Food Technology) PERAN THEAFLAVIN DAN THEARUBIGINS DARI TEH HITAM DALAM MENCEGAH PENYAKIT JANTUNG

RINGKASAN Teh adalah minuman yang mengandung kafein , yang dibuat dengan cara menyeduh daun , pucuk daun, atau tangkai daun yang dikeri...