Thursday, November 8, 2018

(Chapter V - Chemical Technology) Laporan Praktikum Skin Food


LAPORAN RESMI KIMIA TEKNOLOGI
SKIN FOOD


ANTONIUS YUNIAN WICAKSONO
          112002


AKIN ST.PAULUS SEMARANG
2013


Nama                           : Antonius Yunian Wicaksono
NIM                            : 112.002
Kelompok / Semester  : 9 / 2
Materi Praktek            : Skin food
Tanggal praktek          : 8 April 2013
Tujuan                         : Mahasiswa dapat membuat dan mengerti bahan-bahan dalam
  pembuatan skin food
Dasar Teori                  :
            Skin food merupakan salah satu kosmetik yang digunakan untuk perawatan pada kulit tubuh. Skin food mengandung banyak manfaat yang menguntungkan untuk kulit.  Kegunaan dari skin food antara lain yaitu :
1)      Untuk perawatan kulit.
2)      Untuk peremajaan kulit.
3)      Untuk menjaga kelembapan kulit.
4)      Untuk menjaga kesehatan kulit.
5)      Memberi makanan (vitamin dan mineral untuk kulit).(Root,Morris J: 1972)
Tubuh kita yang sering kotor dan mengalami kerusakan seperti kulit yang pecah, maupun mengelupas merupakan hal yang sering dialami. Dalam hal ini skin food berfungsi juga sebagai pendorong regenerasi sel-sel kulit yang mati. Sel-sel kulit yang mati akan dibuang dan digantikan oleh sel-sel kulit yang baru. Skin food mempunyai 2 fungsi utama untuk kulit.

1)   Sebagai bahan makanan untuk kulit.
  Kulit tubuh kita terdiri dari lapisan-lapisan yang bertumpuk. Terdapat pula pori-pori yang tersebar pada kulit. Selain untuk proses penguapan tubuh, pori-pori tersebut juga berfungsi sebagai penyalur makanan dari luar seperti vitamin dan mineral yang dibutuhkan untuk pertumbuhan kulit. Skin food adalah salah satu dari bahan utama yang menyimpan makanan untuk kulit.

2)      Sebagai alat kosmetik.
            Selain untuk sebagai bahan makanan kulit, skin food juga mengandung bahan-bahan yang berfungsi untuk mempercantik kulit, seperti dapat menghaluskan kulit maupun memutihkan kulit.( Hardjosoedarmo, S; 1996)
            Skin food yang baik dan pantas untuk digunakan memiliki beberapa ciri-ciri baik dari bentuk maupun sifatnya, yaitu :
-          Mempunyai bentuk yang tidak terlalu encer maupun pekat (kental).
-          Tidak menimbulkan efek samping saat digunakan.
-          Memiliki nilai pH antara 7-8.
-          Memberikan efek yang maksimal pada kulit dan tidak merusak kulit.
            Selain ciri-ciri di atas, masih terdapat banyak ciri-ciri lain yang dimiliki skin food yang baik. Dalam pasaran, terdapat banyak sekali jenis skin food yang beredar dengan berbagai merk dagang. Bahan-bahan dan bentuknya juga banyak yang berbeda. Skin food yang baik juga dapat dilihat saat penggunaannya. Kulit kita dapat mengadsorbsi bahan-bahan skin food. Ketika skin food digunakan, pori-pori kulit akan sedikit membuka karena reaksi kimia dari bahan-bahan yang digunakan dalam skin food tersebut dan vitamin serta mineral yang terkandung dalam skin food akan masuk ke dalam kulit. .( Hardjosoedarmo, S; 1996)
Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuata skin food
            Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan skin food adalah umum dan mudah untuk didapatkan. Bahan-bahan yang digunakan biasa digunakan untuk membuat produk emulsi serta memiliki sifat dan fungsi masing-masing dalam pembentukan emulsi.
1)      Stearin
>  Sifat  :
Ø  Butiran putih
Ø  Titik leleh 600C – 700C
Ø  Untuk perdagangan berisi 50% palmatic acid, oleic acid
Ø  Mempunyai efek terhadap warna, bau, dan kehalusan cream
>  Kegunaan :
Ø  Hair cream
Ø  Foundation
Ø  Cream
Ø  Soap
2)   Cethyl Alcohol
Sifat dari cethyl alcohol adalah :
a)      Berbentuk Kristal putih
b)      Larut dalam alcohol, chloroform dan eter
c)      Tidak beracun
d)     Titik leleh 49 0C dan titik didih 330 0C
            Kegunaan :
a)      Untuk emulsifier
b)      Untuk pembuatan parfum
c)      Untuk pembuatan cream
d)     Untuk pembuatan obat-obatan

3) TEA  (Tri Etanol Amine)
>  Sifat  :
Ø  Tidak berwarna
Ø  Sedikit kental dengan sedikit bau amoniak
Ø  Sangat higroskopik
Ø  Titik leleh 200C – 21,10C
Ø  Titik didih 2770C - 2790C
Ø  Larutan 25% mempunyai pH = 4,2
Ø  Sedikit larut dalam benzena, eter
>  Kegunaan :
Ø  Cleansing cream
Ø  Vanishing cream
Ø  Hair cream
Ø  Shampoo

4)      Borax  (Na2B4O7.10 H20)
>  Sifat  :
Ø  Kristal tidak berwarna
Ø  Tidak berbau
Ø  Butiran putih
Ø  Menjadi anhidrat pada suhu 3200C
Ø  Tidak larut dalam alkohol
Ø  Larut dalam air, gliserin
Ø  Meleleh jika dipanaskan pada suhu 350C
>  Kegunaan :
Ø  Emulsifier pada cold cream, mouth washes, vanishing cream, bath salts, eye lotion, soap lotion, cleansing lotion.
(Root,Morris J: 1972)

Alat dan Bahan :
x  Alat :
1.      Gelas ukur
2.      Beakerglas
3.      Erlenmeyer
4.      Pengaduk
5.      Cawan Porselen
6.      Pipet
7.      Bunsen
8.      Mixer
x BAHAN         :
1.      Stearine                 = 10,9 gr
2.      Bess wax               = 0,64 gr
3.      Borax                    = 3  gr
4.      Cetyl alcohol         = 1,28 gr
5.      Glyserin                 = 4,4 gr
6.      Aquades                = 30 ml
7.      Parfum secukupnya

Cara Kerja                   :
1.      Campurkan stearine, bess wax, dan cetyl alcohol dan panaskan hingga semua larut. (campuran 1)
2.      Pada tempat lain larutkan borax dalam aquades dan dipanaskan sebentar.
3.      Masukan larutan borax ke dalam camp.1 dalam keadaan panas sedikit demi sedikit sambil diaduk.
4.      Aduk terus sampai terbentuk emulsi dan dingin dengan menggunakan stirer.
5.      Tambahkan glyserin sedikit demi sedikit dan aduk hingga homogen.
6.      Tambahkan parfum secukupnya.

Gambar                       :
       (Stearine)
FOOD355(bess wax)          (Cetyl alcohol)      (Borax)   (Aquades)              (glyserin)
BD18231_ ARROW1
 


SALADBWLSALADBWL
                                                                                                                  
Dipanaskan                                 Dipanaskan                                Pengadukan

Data pengamatan        :
            Pada campuran 1(stearin,bess wax,cethyl alcohol menghasilkan fase minyak , mulai terbentuk emulsi ketika campuran 2 dicampurkan kedalam campuran 1,namun mula-mula emulsi yang terbentuk emulsinya pecah,emulsi mulai baik ketika campur an ditambah TEA,gliserin,dan kemudian dimixer.

PEMBAHASAN                    :
            Pada pembuatan skin food kali ini dilakukan pada skala laboratorium kecil. Pertam-tama stearine, besswax, cetyl alcohol, dicampurkan dengan pemanasan. Dalam hal ini pemanasan dilakukan untuk mempercepat proses percampuran karena beberapa bahan berbentuk padatan. Selain untuk mempercepat proses percampuran, pemanasan dilakukan juga untuk membantu proses pengemulsian. Pada tahap pertama percampuran ini pemanasan dilakukan hingga semua bahan tercampur tapi jaga agar tidak terlalu panas atau menguap. Setelah tahap pertama selesai, selanjutnya pada tempat lain larutkan borax dengan sedikit pemanasan. Pada tahap ini pemanasan dilakukan dengan tujuan yang sama pada tahap pertama. Borax digunakan untuk pengemulsi. Selain borax sebenarnya terdapat bahan lain seperti TEA yang dapat digunakan sebagai bahan pengemulsi, namun hasil dari emulsi yang bagus ditunjukan oleh borax serta percampurannya pun mudah untuk dilakukan. Setelah larutan borax selesai dibuat dan dihangatkan dengan sedikit pemanasan, segera tuangkan pada campuran pertama pada saat keadaan masih panas atau hangat karena itu membantu mempercepat proses terjadinya emulsi. Pengadukan dilakukan dengan menggunakan stirrer atau mixer, sebab untuk membuat tampilan emulsi yang baik harus dilakukan dalam pengadukan yang rata dan cepat. Pada saat pengadukan, bahan terakhir yang harus ditambahkan ialah glyserin. Pengadukan dilakukan secara merata dengan cepat hingga semua bahan sudah tercampur dan terlihat homogeny.

Kesimpulan     :
Jadi skin food yang dihasilkan berbentuk cream setengah padat, bewarna putih, beraroma mawar.

Daftar Pustaka            :          
Root, Morris J. 1972. Cosmetics Science and Technology Second Volume.
Hardjosoedarmo, S. 1996. Total Quality Management. Yogyakarta : Andi.

Semarang, 12 April 2013
        Pembimbing,                                                                   Praktikan

Ir. Ronny Windhu S,MT                                               Antonius Yunian Wicaksono



No comments:

Post a Comment

(Chapter V - Food Technology) PERAN THEAFLAVIN DAN THEARUBIGINS DARI TEH HITAM DALAM MENCEGAH PENYAKIT JANTUNG

RINGKASAN Teh adalah minuman yang mengandung kafein , yang dibuat dengan cara menyeduh daun , pucuk daun, atau tangkai daun yang dikeri...