Thursday, November 8, 2018

(Chapter V - Food Technology) KAFEIN DALAM KOPI SEBAGAI STIMULAN SARAF PUSAT DAN METABOLISME TUBUH

JUDUL
KAFEIN DALAM KOPI SEBAGAI STIMULAN SARAF PUSAT DAN METABOLISME DALAM TUBUH
I.                   PENDAHULUAN
Kopi merupakan salah satu minuman yang sangat populer di dunia. Kopi dikonsumsi bukan sebagai sumber nutrisi tetapi terkait dengan rasa dan cita rasa yang khas. Kopi yang sering ditemui di Indonesia ini ada 2 macam yaitu kopi Arabica (Arabica Coffea) dan kopi Robusta (Robusta Coffea).  Dari kedua macam jenis kopi ini memiliki jumlah kafein yang berbeda dimana kafein pada kopi Robusta lebih tinggi dari kopi jenis Arabica. Biasanya dalam penyajian kopi menggunakan dua jenis kopi ini. Perpaduan kopi Arabica dengan cita rasa terbaik dengan kopi Robusta yang memiliki bentuk dan kekentalan yang lebih kuat akan menjadikan kopi menjadi istimewa, tidak heran jika penikmat kopi di dunia termasuk Indonesia cukup banyak.
Kopi memiliki zat aktif yaitu kafein. Kafein adalah senyawa yang dijumpai secara alami di dalam makanan contohnya biji kopi, biji kelapa, buah kola dan mate. Teh adalah sumber kafein yang lain dan mengandung setengah dari kafein yang dikandung kopi. Kafein juga merupakan bahan yang dipakai untuk minuman non alkohol seperti kola, yang semula dibuat dari kacang kola.
Kafein memiliki banyak manfaat untuk tubuh yaitu sebagai stimulan saraf pusat dan metabolisme tubuh. Digunakan secara baik untuk pengobatan dalam mengurangi kelelahan fisik dan juga meningkatkan kewaspadaan sehingga rasa ngantuk dapat ditekan. Fikiran lebih jelas dan terfokus dan koordinasi badan menjadi lebih baik (Ware, 1995)
Cara penggambilan kafein dalam biji kopi dapat dilakukan dengan metode ekstraksi. Pelarut yang digunakan adalah pelarut organik (kloroform, benzene, metil klorida) namun memikirkan efek toksik yang dimiliki pelarut organik maka dapat digunakan pelarut berupa air panas.
Kafein seperti zat yang lain, memiliki efek negatif bagi kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan. Efek negatif dari kafein antara lain insomnia kronik, gelisah, meningkatkan denyut jantung, pemupukan kolesterol, dan jika dikonsumsi oleh ibu hamil akan menyebabkan kecacatan pada anak yang dilahirkan (Hoeger, Turner, and Hafen, 2002).

II.                TINJAUAN BIOLOGI

Kopi atau coffea pertama ditemukan oleh Bangsa Ethiopia di Benua Afrika sekitar 1000 SM. Kemudian menyebar ke Arab, India, Mediterania, Brazil kemudian masuk ke Asia termasuk Indonesia.
Kopi merupakan spesies tanaman berbentuk pohon, tumbuh tegak, bercabang dan bila dibiarkan dapat tumbuh mencapai tinggi 12m. Daunnya bulat telur dengan ujung meruncing, daun tumbuh berhadapan pada batang, cabang dan ranting-rantingnya. Tanaman kopi umumnya akan mulai berbunga setelah umue 2 tahun. Mula-mula bunga keluar dari ketiak daun yang terletak pada batang utama atau cabang reproduksi. Bunga yang keluar biasanya tidak menjadi buah (Soedibyo, 1998).
Tanaman kopi ini memiliki klasifikasi sebagai berikut :
Kerajaan          : Plantae
Ordo                : Gentianales
Famili              : Rubiaceae
Upa Famili      : Ixoroideae
Bangsa             : Coffeeae
Genus              : Coffea


Komposisi Kimia Biji Kopi per 100gr berat
Air
48 – 50%
Karbohidrat
50 – 52%
Minyak
13%
Protein
13%
Asam-asam non volatile
8%
Abu
4%
Trigonelin
1%
Kafein (Arabica & Robusta)
1% dan 2%

III.                  MANFAAT
Seperti kita ketahui kopi yang menjadi minuman populer di dunia
memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Kopi dapat mengurangi resiko terkena penyakit Alzheimer dan Parkinson. Kopi juga dapat meningkatkan memori jangka pendek manusia hal ini disebabkan adanya kafein yang terkandung dalam kopi sehingga kafein bereaksi secara kimia menstimulasi dan membantu kita untuk menangkap fokus terhadap informasi yang diterima menjadi lebih baik untuk jangka waktu tertentu.
              Kafein disini merupakan zat aktif yang terdapat dalam kopi. Kafein juga digunakan dalam industri farmasi yaitu digunakan untuk obat pereda sakit kepala. Kandungan kafein dapat membantu meningkatkan egek obat-obatan yang berfungsi untuk menghilangkan rasa sakit seperti aspirin, midol dan excedrin. Tetapi penggunaan kafein pada obat atau industri farmasi dalam jumlah kecil.
              Mengenai kafein dalam kopi banyak penelitian yang dilakukan salah satunya adalah penelitian yang dilakukan oleh ahli dari Harvard Medical School dalam presentasinya di konferensi American Assiciation for Cancer Research di Houston, AS, mengatakan bahwa pria yang rutin minum kopi resiko terkena kanker prostat berkurang hingga 60% bila dibandingkan dengan pria yang tidak meminum kopi.

IV.                  KANDUNGAN ZAT AKTIF
Kafein adalah zat aktif yang terdapat dalam kopi. Kafein merupakan alkaloid yang tergolong dalam keluarga methylxanthine bersama senyawa tefilin dan teobromin, berlaku sebagai perangsang sistem saraf pusat. Pada keadaan asal, kafein ialah serbuk putih yang pahit ( Phytomedical Technologies, 2006) dengan rumus kimianya C6H10O2 dan struktur kimianya 1,3,7-trimetilxantin (Farmakologi UI, 1995).
Sifat Fisis Kafein yaitu berbentuk kristal panjang mirip benang kusut, berwarna putih, mengkilat, mudah larut dalam pelarut organik (kloroform, eter, benzene). Kristal kafein akan meleleh pada suhu 236°C, menyublim pada suhu 120°C. Kafein juga dapat larut dalam air dan mudah bereaksi dengan asam membentuk garam yang larut dalam air dan alkohol (Macrae, 1985).
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/d8/Caffeine.svg/180px-Caffeine.svg.png 







Rumus bangun kafein (C8H10N4O2) (Clarke & Macrae, 1989)

Proses pengambilan senyawa kafein ini cukup mudah. Metode penggambilan kafein yaitu dengan cara ekstraksi menggunakan pelarut organik (kloroform, eter, benzene). Caranya sebagai berikut :
1.      Kopi halus dicampur aquadest kemudian reflux selama 25 menit.
2.      Setelah direflux kemudian disaring dalam keadaan panas.
3.      Filtrat yang dihasilkan ditambah larutan timbal asetat dalam air tetes demi tetes hingga terbentuk endapan.
4.      Larutan dinginkan kemudian saring. Filtrat digoncangkan pelan-pelan kemudian ditambah kloroform.
5.      Setelah 5 menit, campuran dituangkan dalam corong pisah dan dikocok sebentar. Biarkan campuran terbentuk 2 lapisan. Lapisan bawah adalah kafein dan kloroform dikeluarkan dan ditampung dalam cawan penguap.
6.      Kemudian diuapkan sampai kering.

Kafein juga dapat larut dalam air panas. Kelarutan maksimal kafein pada suhu 100°C dimana kafein larut kurang lebih 68g / 100g H2O. Kelarutan kafein ini sangat dipengaruhi oleh suhu. Semakin tinggi suhu maka kelarutan akan semakin besar.

Farmakologi Kafein 
Kafein adalah stimulan dari sistem saraf pusat dan metabolisme, digunakan secara baik untuk pengobatan dalam mengurangi keletihan fisik dan juga dapat meningkatkan tingkat kewaspadaan sehingga rasa kantuk dapat ditekan. Kafein juga merangsang sistem saraf pusat dengan cara menaikkan tingkat kewaspadaan, sehingga fikiran lebih jelas dan terfokus dan koordinasi badan menjadi lebih baik (Ware, 1995).

Metabolisme Kafein
            Kafein diserap sepenuhnya oleh tubuh melalui usus kecil dalam waktu 45 menit setelah penyerapan dan disebarkan ke seluruh jaringan tubuh. Pada orang dewasa yang sehat jangka waktu penyerapannya adalah 3-4 jam, sedangkan pada wanita yang memakai kontrasepsi oral  waktu penyerapan adalah 5-10 jam. Pada bayi dan anak memiliki jangka waktu penyerapan lebih panjang (30 jam).
Kafein diuraikan dalam hati oleh sistem enzym sitokhrom P 450 oksidasi kepada 3 dimethilxanthin metabolik, yaitu :
a Paraxanthine (84%),mempunyai efek meningkatkan lipolysis, mendorong pengeluaran gliserol dan asam lemak bebas didalam plasma darah
b.  Theobromine  (12%)  melebarkan  pembuluh  darah  dan  meningkatkan volume urin.  Theobromine merupakan alkaloida utama didalam kokoa (coklat)
c Theophyline (4%), melonggarkan otot saluran pernafasan, digunakan pada pengobatan asma.
Masing masing dari hasil metabolisme ini akan dimetabolisme lebih lanjut dan akan dikeluarkan melalui urin  (Drug Facts Comparisons, 2001).          

Efek Jangka Pendek Kafein
Mencapai  jaringan  dalam  waktu  5  (lima)  menit  dan  tahap  puncak mencapai darah dalam waktu 50 menit, frekuensi pernafasan ; urin, asam lemak dalam darah ; asam  lambung   bertambah disertai peningkatan tekanan darah. Kafein juga dapat merangsang otak (7,5-150 mg) dapat  meningkatkan aktifitas neural dalam otak serta mengurangi keletihan), dan dapat memperlambat waktu tidur (Drug Facts Comparisons, 2001)

Efek Jangka Panjang Kafein
Pemakaian  lebih  dari  650mg dapat menyebabkan  insomnia  kronik, gelisah,  dan ulkus. Efek lain dapat meningkatkan denyut jantung dan berisiko terhadap  penumpukan   kolesterol,  menyebabkan  kecacatan  pada  anak  yang dilahirkan (Hoeger, Turner, and Hafen, 2002).



          Perbandingan Kandungan Kafein dalam Minuman
Produk
Kandungan Kafein
Secangkir Kopi
85 mg
Secangkir Teh
35 mg
Sebotol Cola
35 mg
Minuman Energi
50 mg
         ( Putra dan Hermanto, 2003 )

Kandungan Kafein pada Jenis Kopi dalam 100gr bahan
Jenis Kopi
Kadar
Kopi Instan
2,8 – 5,0 %
Kopi Moka
1,00 %
Kopi Robusta
1,48 %
Kopi Arabica
1,10 %

Kelemahan Kafein
Kafein disamping memiliki kelebihan juga memiliki kelemahan, berikut adalah kelemahan dari kafein :
a.       Jantung, kadar rendah kafein dalam plasma akan menurunkan denyut jantung, sebaliknya kadar kafein yang lebih tinggi akan menyebabkan tachicardi, bahkan pada individu yang sensitif dapat menyebabkan aritmia yang berdampak pada kontraksi ventrikel yang premature.
b.      Pembuluh darah, kafein menyebabkan dilatasi pembuluh darah termasuk pembuluh darah koroner dan pulmonal, karena efek langsung pada otot prmbuluh darah.
c.       Sirkulasi Otak, resistensi pembuluh darah otak naik disertai pengurangan aliran darah di otak, ini diduga merupakan refleksi adanya blokade adenosine oleh xantin (Farmakologi UI, 1995)

V.                DAFTAR PUSTAKA
Dimas Rahadian AM, S.TP. M.Sc. Sifat – Sifat Kopi. Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Sebelas Maret Surakarta.
 Hoeger, W. W. K., Turner, L. W., & Hafen, B. Q. (2002). Wellness: Guidelines for a healthy lifestyle (3rd ed.). Belmont, CA: Wadsworth Group.
  http://misranlawani.weebly.com
repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/27374/.../Chapter%20II.pdf
















PENGETAHUAN BAHAN ALAM dan HAYATI
KAFEIN DALAM KOPI SEBAGAI STIMULAN SARAF PUSAT DAN METABOLISME TUBUH








Oleh    :
Titah Jati Pertiwi
110034


AKADEMI KIMIA INDUSTRI St.PAULUS SEMARANG

2011/2012

No comments:

Post a Comment

(Chapter V - Food Technology) PERAN THEAFLAVIN DAN THEARUBIGINS DARI TEH HITAM DALAM MENCEGAH PENYAKIT JANTUNG

RINGKASAN Teh adalah minuman yang mengandung kafein , yang dibuat dengan cara menyeduh daun , pucuk daun, atau tangkai daun yang dikeri...