Thursday, November 8, 2018

(Chapter V - Chemical Technology) Laporan praktikum semir cair dan padat

LAPORAN PRAKTIKUM PROSES KIMIA TERAPAN

                                                            
Nama                          : Antonius Yunian Wicaksono
Kelompok                  : 9
Semester                     : II (Dua)
Judul Praktik            : Semir Sepatu cair dan padat
Tanggal Praktik        : 01 juni 2013
Tujuan Praktik         : Untuk mengetahui cara kerja pembuatan semir sepatu cair dan semir sepatu padat yang baik dan benar. Serta karakteristik bahan-bahannya

DASAR TEORI                    :          
Semir sepatu adalah suatu zat yang digunakan pada suatau benda yang pada umumnya dilapisi benda tersebut agar tampak lebih indah dan menarik. Umumnya semir sepatu digunakan pada :
·         Sepatu kulit
·         Sepatu non kulit
·         Sepatu kain
Macam – macam bentuk semir :
o   Cair : misalnya kolole, kiwi cair, dsb
o   Padat : misalnya kiwi padat
o   Cream : pada semir cream digunakan emulgator
Fungsi dari semir sepatu adalah :
§  Untuk mengkilapkan
§  Untuk mempertahankan warna
§  Menjaga elastisitas
§  Menghindarkan sepatu dari jamur
Komponen – komponen dari semir sepatu adalah :
1.      Zat Pelarut
v  Solvent base :
Digunakan untuk menyemir jenis padat. Jenis solvent basa yang penting digunakan adalah spirit (alkohol atau spirtus) dan mineral oil (terpentine ,SMT/super mineral terpen, parafin liquid, terpen).
v  Water base :
Air adalah zat yang digunakan sebagai pelarut. Untuk water base yang dihasilkan berupa cairan atau juga berupa cream. Bahan – bahan utama dari water base ini bertujuan untuk mengkilapkan sepatu. Pada semir sepatu jenis padat bahan aktif yang sering digunakan yaitu :                                                
ü  Terpentine
ü  Carnauba wax
ü  Mikro wax
ü  Bess wax
Bahan–bahan ini selain untuk  mengkilap, juga sebagai pelarut bahan–bahan yang lain (dalam keadaan panas sewaktu mencampurkannya) dan juga sebagai filter. Pada semir sepatu jenis cair, bahan dasarnya juga merupakan zat warna dan berfungsi untuk memutihkan sepatu. Bahan–bahan yang sering digunakan :
Ð Titanium
Ð CaCO3 ( Kalsium karbonat )
Ð Kaolin
Ð ZnO ( Zink Oksida )
2.      Zat Perekat
Zat ini dibuat dengan tujuan untuk mempermudah pelekatan semir sepatu. Pada semir jenis padat bahan–bahan aktifnya adalah juga merupakan sebagai pelarut yang antara lain :
Ì Carnauba wax
Ì Mikro wax
Ì Bess wax
Pada semir jenis cair, zat perekatnya disebut sebagai denga biner. Biner yang digunakan pada semir sepatu ini adalah Gum Arabic.
3.      Zat Perwarna ( Pigment )
Pada semir jenis padat zat warna digunakan berupa zat padat.Warna yang dipakai adalah warna hitam atau cokelat. Zat pewarna ini dalam pencampurannya ditambahkan pada waktu panas–panas. Karena hasilnya zat padat, jadi pencampurannya harus pada waktu meleleh (campuran semuanya dalam keadaan cair). Hal ini dilakukan karena setelah dingin campuran semir tersaebut akan memedat sehingga zat perwarna tersebut tidak dapat ditambahkan atau dicampurkan pada semir tersebut. Pada semir jenis cair, pigmen yang digunakan adalah juga merupakan zat pelarutnya. Pigmen yang digunakan yaitu : 
¥  Titanium
¥  CaCO3 ( Kalsium karbonat )
¥  ZnO ( Zink oksida )
¥  Kaolin
Yang perlu dalam menentukan pigmen adalah kelarutan pigmen tersebut terhadap zat pelarutnya. Zat pelarut pigmen dibagi dalam larutan dalam minyak dan larutan dalam air.
4.      Bahan Elastisitas
Bahan ini dipakai dengan tujuan untuk menjaga elastisitas dari sepatu. Pada semir padat bahan aktif nya merupakan penjaga zat elastisitas dari sepatu. Zat penjaga elastisitas tersebut antara lain :
·         Carnauba wax
·         Micro wax
·         Terpentine
·         Bess wax
Untuk semir yang netral digunakan segala jenis sepatu. Didalam semir netral tidak dipakai zat warna atau pigmen karena semir netral hanya bersifat mengkilapkan sepatu.

Sifat dan Guna Bahan
a.       Bess wax :
Sifat–sifatnya adalah :
·         Terdiri dari miricl palmitat, asam cerotic dan parafin karbon tinggi
·         Berbentuk padatan coklat (belum diolah / asli, kuning seperti kecoklatan  (bila sudah diola )
·         Densiti 0,95
·         Titik lebur 62 – 65 0C
·         Tidak larut dalam air
·         Sedikit berbau dan tidak berasa
·         Sedikit larut dalam alkohol
Kegunaanya adalah :
        Untuk alat – alat rumah tangga
        Untuk  floor cleaners
        Sebagai semir sepatu
        Untuk deodorant stick
        Untuk pembuatan lipstick
        Sebagai zat pemadat
        Penetrating agent
        Mengkilap
        Sebagai solvent
        Pencampur zat – zat dalam keadaan panas
b.      Carnauba wax merupakan zat termahal dan zat terkers dalam perdagangan wax (lilin)  dimana mempunyai  sifat–sifat :
Ø   Berbentuk  padatan  keras kuning kehijauan atau gumpalan coklat
Ø   Densiti 0,995
Ø   Larut dalam ether, alkohol  panas dan alkali – alkali
Ø   Tidak larut dalam air
Ø   Mudah menyala
Ø   Tidak beracun
Kegunaan :
·      Untuk pembuatan semir sepatu
·      Untuk penyelesaian  kulit
·      Untuk pembuatan pernis
·      Untuk memisahkan komposisi elektrik
·      Untuk peralat rumah tangga dan pengkilap lantai
·      Kertas karbon
c.       Parafin wax  mempunyai sifat–sifat :
o  Berwarna putih jernih
o  Tidak berbau
o  Berbau padat
o  Terdiri dari sebuah campuran hidrokarbon–hidrokarbon padat yang berat molekulnya tinggi
o  Larut dalam benzen, elgroin, alkohol panas, kloroform, terpentine, karbon disulfida dan minyak zaitun
o  Tidak larut dalam air dan asam–asam
Kegunaanya :
ü  Untuk pembuatan lilin
ü  Untuk jas kertas
ü  Untuk  pembersih barang – barang gelas
ü  Obat gosok
ü  Untuk pembuatan crayon
d.      Terpentine Oil
Minyak dari terpentine mudah menguap, keadaan minyak dari beberapa sebangsa pinus. Dari titik tersebut pandamgan volume pada Amerika merupakan penghasil yang paling besar dimana mempunyai sifat :
v  Cairan bening
v  Transparan
v  Mudah menguap
v  Mudah terbakar
v  Berasa
Kegunaan :
¥       Sebagai pengkilap
¥       Untuk bahan pernis
¥       Untuk pembuatan  cat
¥       Untuk disenfektan
¥       Untuk bahan kosmetik
ALAT dan BAHAN :
1. Alat :
a.      Beaker  glass
b.      Erlenmeyer
c.       Pengaduk
d.      Gelas ukur
e.      Cawan porselen
f.        Bunsen
g.      Tripot
h.      Kassa

2.    Bahan :
A.  Semir sepatu padat :
¥    Parafin solid       2,5 gram
¥    Bess wax            1,5 gram
¥    Carnauba wax    1 gram
¥    Terpentine          10 ml
¥    Pigmen               0,3 gram

B.  Semir sepatu cair :
¥    Bess wax            1,5 gram
¥    Carnauba wax    1 gram
¥    Borax                 1,5 gram
¥    Terpentine          10 ml
¥    Terpen                5 ml
¥    Aqudes             5 ml
¥    Pigmen               1,5 gram

CARA  KERJA                    :
A.  Semir Sepatu Padat :
1.    Parafin solid, Bees wax, dan Carnauba wax dipanaskan hingga cair.
2.    Tambahkan terpentine dan pigmen pada keadaan masih cair.
3.    Dalam keadaan masih panas, langsung dimasukan dalam wadah.
4.    Tunggu hingga mengeras atau membeku.
B.  Semir Sepatu Cair :
1.    Borax dilarutkan dalam aquades (campuran 1).
2.    Bess wax dan Carnauba wax dipanaskan terlebih dahulu (campuran 2).
3.    Larutan borax (campuran 1) dipanaskan kemudian dimasukan dalam campuran 2 sedikit demi sedikit hingga terbentuk emulsi (campuran 3).
4.    Tambahkan berturut–turut pada campuran 3  terpen dan terpentine sedikit demi sedikit.
5.    Kemudian tambahkan pigmen dan aduk hingga homogen.




GAMBAR                             :
  1. Semir Sepatu Padat

  parafin solid     carnauba wax          terpentine        pigmen
POTIONbees wax                             
                                                                                                              
                      
 


                                                                                                                        semir padat

  1. Semir Sepatu Cair

bees wax     carnauba wax          Aquades      Borax
 

 



Campuran 1                              Campuran 2                          Campuran 3


       Campuran 3                         terpen terpentine pigmen
 








                                                                                                            Semir Cair

DATA PENGAMATAN     :
A.    Semir padat :
·      Saat paraffin solid, bees wax dan carnauba wax dipanaskan, ketiga bahan tersebut dapat larut dan agak kental.
·      Dan saat ditambah terpentine, larutan menjadi agak encer
·      Saat ditambah dengan pigmen, larutan menjadi berwarna coklat
·      Pada saat masih cair dimasukkan ke dalam cetakan, dan saat dingin larutan menjadi padat
B.     Semir cair :
·      Saat borax dilarutkan dalam aquades, borax sulit larut. Tapi saat dipanaskan, borax dapat larut
·      Saat bees wax dan carnauba wax dipanaskan, kedua bahan tersebut dapat mencair
·      Saat campuran 1 dimasukkan ke dalam campuran 2, larutan menjadi kental dan berbentuk emulsi
·      Saat ditambah terpen dan terpentine, larutan menjadi cair
·      Saat ditambah pigmen, larutan menjadi berwarna hitam

PEMBAHASAN                   :
Setelah melakukan praktikum pembuatan semir sepatu padat dan cair, didapat hasilnya cukup memuaskan. Pada saat pembuatan semir sepatu padat, saat paraffin solid, bees wax dan carnauba wax dipanaskan, bahan tersebut menjadi agak kental seperti terbentuk emulsi. Namun setelah ditambah terpentine, semir sepatu tersebut menjadi encer dan siap dimasukkan ke dalam cetakan. Setelah memadat, semir sepatu sudah siap pakai. Pada saat pembuatan semir sepatu cair, borax hanya dapat larut jika dipanaskan. Ketika larutan borax dimasukkan ke dalam campuran bees wax + carnauba wax, campuran tersebut menjadi kental dan berbentuk emulsi. Namun setelah ditambah terpen dan terpentine, larutan tersebur menjadi encer dan semir sepatu cair siap digunakan.
KESIMPULAN                    :
            Jadi, semir padat yang dihasilkan berbentuk padat dan berwarna hitam, sedangkan semir cair berwarna hitam dengan bentuk cair.

DAFTAR PUSTAKA          :          
Akin St.Paulus-SMK KI Theresiana Semarang. 2003. Praktikum Kimia Teknologi.


           Mengetahui,                                                                              Semarang, 02 Juni 2013
      Dosen Pembimbing                                                                                   Praktikan,


    Herman Yoseph S,S.Pd,  MT                                                    Antonius Yunian Wicaksono


LAPORAN RESMI

PRAKTIKUM KIMIA TEKNOLOGI

PEMBUATAN SEMIR SEPATU PADAT DAN CAIR













DISUSUN OLEH :

    NAMA : ANTONIUS YUNIAN WICAKSONO

NIM    : 112002



AKADEMI KIMIA INDUSTRI "ST PAULUS" SEMARANG

2013




22 comments:

} } if (entry.link) { if (entry.link[2]) { comment.link = comment.permalink = entry.link[2].href; } if (entry.link[3]) { var pid = /.*comments\/default\/(\d+)\?.*/.exec(entry.link[3].href); if (pid && pid[1]) { comment.parentId = pid[1]; } } } comment.deleteclass = 'item-control blog-admin'; if (entry.gd$extendedProperty) { for (var k in entry.gd$extendedProperty) { if (entry.gd$extendedProperty[k].name == 'blogger.itemClass') { comment.deleteclass += ' ' + entry.gd$extendedProperty[k].value; } else if (entry.gd$extendedProperty[k].name == 'blogger.displayTime') { comment.displayTime = entry.gd$extendedProperty[k].value; } } } comments.push(comment); } } return comments; }; var paginator = function(callback) { if (hasMore()) { var url = config.feed + '?alt=json&v=2&orderby=published&reverse=false&max-results=50'; if (cursor) { url += '&published-min=' + new Date(cursor).toISOString(); } window.bloggercomments = function(data) { var parsed = parse(data); cursor = parsed.length < 50 ? null : parseInt(parsed[parsed.length - 1].timestamp) + 1 callback(parsed); window.bloggercomments = null; } url += '&callback=bloggercomments'; var script = document.createElement('script'); script.type = 'text/javascript'; script.src = url; document.getElementsByTagName('head')[0].appendChild(script); } }; var hasMore = function() { return !!cursor; }; var getMeta = function(key, comment) { if ('iswriter' == key) { var matches = !!comment.author && comment.author.name == config.authorName && comment.author.profileUrl == config.authorUrl; return matches ? 'true' : ''; } else if ('deletelink' == key) { return config.baseUri + '/delete-comment.g?blogID=' + config.blogId + '&postID=' + comment.id; } else if ('deleteclass' == key) { return comment.deleteclass; } return ''; }; var replybox = null; var replyUrlParts = null; var replyParent = undefined; var onReply = function(commentId, domId) { if (replybox == null) { // lazily cache replybox, and adjust to suit this style: replybox = document.getElementById('comment-editor'); if (replybox != null) { replybox.height = '250px'; replybox.style.display = 'block'; replyUrlParts = replybox.src.split('#'); } } if (replybox && (commentId !== replyParent)) { replybox.src = ''; document.getElementById(domId).insertBefore(replybox, null); replybox.src = replyUrlParts[0] + (commentId ? '&parentID=' + commentId : '') + '#' + replyUrlParts[1]; replyParent = commentId; } }; var hash = (window.location.hash || '#').substring(1); var startThread, targetComment; if (/^comment-form_/.test(hash)) { startThread = hash.substring('comment-form_'.length); } else if (/^c[0-9]+$/.test(hash)) { targetComment = hash.substring(1); } // Configure commenting API: var configJso = { 'maxDepth': config.maxThreadDepth }; var provider = { 'id': config.postId, 'data': items, 'loadNext': paginator, 'hasMore': hasMore, 'getMeta': getMeta, 'onReply': onReply, 'rendered': true, 'initComment': targetComment, 'initReplyThread': startThread, 'config': configJso, 'messages': msgs }; var render = function() { if (window.goog && window.goog.comments) { var holder = document.getElementById('comment-holder'); window.goog.comments.render(holder, provider); } }; // render now, or queue to render when library loads: if (window.goog && window.goog.comments) { render(); } else { window.goog = window.goog || {}; window.goog.comments = window.goog.comments || {}; window.goog.comments.loadQueue = window.goog.comments.loadQueue || []; window.goog.comments.loadQueue.push(render); } })(); // ]]>
  1. Saya ingin mencoba membuat semir sepatu cair, jika tidak memakai borak apa yg bakal terjadi ?
    Soalnya saya susah beli boraknya dimana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Borax berfungsi untuk hardener sih jadi akan lembek kalo tidak pakai borax

      Delete
  2. Menggunakan pigmen apa yg bagus untuk semir sepatu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk semir wajarnya pigment hitam atau coklat ,arga

      Delete
    2. Iya bang, pigmentnya menggunakan pigment resin atau pigment water based yg seperti untuk sablon ?

      Delete
  3. Saya sudah coba tp gagal. Hasilnya malag jd bau kayu putih. Dan stelah didiamkan beberapa saat hasilnya mengental . Tidak kekal cair selalu

    ReplyDelete
    Replies
    1. lakukan dengan perlahan sesuai yang sudah tercantum gan

      Delete
  4. Gagal terus bang ga pernah permanen cair, saya diemin 1hari langsung membekh lagi formulanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semua penambahan cairan dan pencampuran campuran dilakukan dalam kondisi panas ,mas

      Delete
  5. Bang agar carnauba jadi cair permanen gimana?

    ReplyDelete
  6. Maaf Mas..
    Apakah mas anton telah pernah cbaa??
    Apakah emng bisa karnauba wax, soalnya sya cba sllu membeku..
    Atau campuran utk membuatnya mencairkannya bukan terpentine?
    Alkohol gmn??
    Campurkan alkohol dlu lalu panaskan.
    Tp saya blm coba.
    Yg udh sya cba, sesuai ptunjuk mas di atas. Tp tetap membeku..
    Mhon penjelasannya Mas..

    ReplyDelete
    Replies
    1. untuk proses pembuatan semir cair sepatu, bahan alkohol tidak diperlukan proses pembuatannya, lakukan pencampuran saat kondisi masih hangat, mas

      Delete
  7. Hmm gthuuu..
    Jdi zat pelarut di sini kan terpentine mas?? Klw terpen fungsinya apa mas?? Apakah terpen dan terpentine itu 2 hal yg berbeda??
    Karna saya cari di toko kimia, terpen tidak ada. Tpi terpentine ada..
    Mkasih Mas Responnya...🙏🙏

    ReplyDelete
    Replies
    1. terpentine atau terpen bahan yang sama hanya nama dagangnya aa terpen yang lebih sederhana, mas

      Delete
  8. Saya udh cbaa berkali-kali mas..
    Tp tetap membeku...
    Kira2 apa yaa Mas??
    Udh sya cmpurkan saat pnas jga. Cma sbntar cair, setelah itu lngsung membeku..

    ReplyDelete
    Replies
    1. sedikit nostalgia mas, seingat saya harus lebih sabar dalam proses penambahan bahan dalam campuran jangan langsung semua agar bahan dapat tercampur dan juga bereaksi, hal itu dikarena sudah dibantu proses pemanasan sehingga proses reaksi bisa lebih cepat dan sempurna hasilnya.

      Delete
  9. Iyaa Mas. Mkasih mas infonya..
    Yg jelas, karnauba wax & beeswax adalh anti air. 2 bahan ini tdk pernah mnyatu dgn air. Sya jga udh cba dgn berbagai surfaktan, surfaktan adalah bahan mnyatukan air dgn mnyak. Tp ketika dgn beswax & karnauba wax, saat panas di cmpurkan memang mnyatu, tp ketika dingin ttap membeku & airnya terpisah.
    Pertanyaan saya,

    apakah ketika mencairkan beeswax & karnauba wax saat panas, air (Air RO) langsung di masukkan, atau karnauba wax & beeswax di buat emulsi dlu, bru di campurkan air??

    Mhon mas info nya??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk bahan bees wax dan carnauba wax dipanaskan lalu ditambahkan dengan larutan borax (borax+aquadest) penambahan sedikit sedikit (terjadi reaksi kimia) hingga terbentuk emulsi ,mas. JANGAN TERBALIK MAS

      Delete
  10. Replies
    1. Mohon maaf saya tidak menggunakan no WA,mas

      Delete
  11. Yang mau di tanyakan,pigment warna nya pake pigment warna apa pigment warna resin atau untuk sablon

    ReplyDelete

(Chapter V - Food Technology) PERAN THEAFLAVIN DAN THEARUBIGINS DARI TEH HITAM DALAM MENCEGAH PENYAKIT JANTUNG

RINGKASAN Teh adalah minuman yang mengandung kafein , yang dibuat dengan cara menyeduh daun , pucuk daun, atau tangkai daun yang dikeri...