Thursday, November 8, 2018

(Chapter IV - Polymer) Laporan Praktikum Pembuatan Acrylic for adhesive

A.   DASAR TEORI                         :
     Acrylic (senyawa ester) merupakan golongan polyvinyl bukan polyester karena polyethylene, vinyl chloride, polystryrene, copolymers, dan acrylic yang memiliki rumus R     CH      CHX. Acrylic ini terbentuk dari acrylic acid (acrylate) dan methacrylic (turunan dari acrylic acid) yang memiliki struktur sebagai berikut :
                                                                                                     C
                        C         C                                                         C         C      
                                    COOR                                                             C        O
                                                                                                                        OR
Acrylic acid (acrylate)                         Methacrylic (turunan acrylate)
     Kestabilan dalam bereaksi dari resin acrylic sehingga tahan sinar UV, tahan hidrolisis, tahan terhadap asam dan basa, tahan oksidator, dan tahan korosif. Atom “R” yang dimiliki oleh acrylate dan methacrylic pada umumnya yang sering dipakai methyl, ethyl, butyl, dan oktyl (2-ethylhexyl).
Sifat - sifat dari acrylic :
·      Hardness, Flexibility dan Elongation
Sifat-sifat ini terbagi menjadi 2 bagian yaitu kekerasan dan kelenturan, kemuluran. Poly acrylates memiliki sifat yang lunak dan lentur sedangkan poly methacrylates keras dengan “R’ yang sama. Semakin banyak atam “C” (carbon) maka kekerasan semakin menurun, sehingga kelenturan dan kemulurannya meningkat.
·      Strength (kekuatan) dan Toughness (tahan bentur)
·      Tg (Glass Transition)
Tg adalah temperatur yang digunakan untuk menetukan ketahanan panas. Tg yang dimiliki oleh poly acrylate kecil, sedangkan poly methacrylate besar.
Perbandingan Tg meningkat :
-          Nilai kerapuhan meningkat                                 kemuluran menurun
-          Temperatur film minimal meningkat                   kelenturan menurun
-          Kelunakan meningkat                                         lapisan film menurun
-          Kekerasan meningkat                                         kemampuan menutup menurun
-          Kuat bentur meningkat                                       kemampuan menutup menurun
-          Slip meningkat                                                    kerakatan menurun
·      Solubility
Acrylic ini larut dalam keton dan ester.

     Untuk meningkatkan kelenturan (fleksibel) dapat ditambahkan dengan bahan plastisizer. Ester dengan BM yang tinggi contoh butyl benzyl phtalate, butyl pthalate dan diotyl phtalate kadang-kadang juga digunakan plastisizer. Ketika plastisizer ditambahkan dalam acrylic resin maka kekerasannya menurun dan fleksibelitas, kemulurannya meningkat. Ketika plastisizer material ditambahkan maka ada kemungkinan plastisizernya berpindah kepermukaan dan meninggalkan resin, ini dapat diatasi dengan copolymerisasi daripada plasticization. Acrylates dan alkyl methacrylic tinggi digunakan untuk melunakkan methyl methacrylate polymers.
Aplikasi acrylic polymers :
Ø Lacquers à acrylic yang resinnya cepat mengering ketika solventnya menguap.
Ø Emulsion paints.
Acrylic terbagi menjadi 2 jenis, yaitu :
a.       Water base à berbentuk emulsi, masuk dalam poly acrylate yang dapat digunakan untuk coating, roofing, dan adhesive.
b.      Solvent base à berbentuk solution atau solid masuk dalam golongan poly methacrylate yang dapat digunakan untuk molding, coating, dan adhesive.

B.           BAHAN dan ALAT                :

Bahan :
Evercoat 423 A                       40 g à larutan 50%
BC (butyl cellosove)               1,6 g
Cellosite                                  15 g  à larutan 6% = 6/100  x  15 = 0,9 g
Filler                                        140 g   à alumunium silika 70 g à 8 g
à Kaoline 70 g à tidak terpakai
            Water                                      3,4 g
Alat :


Gelas aqua
Stirer
Pengduk stirer
Pengaduk
Keramik
Paping
Timbangan

C.     CARA KERJA                                    :

1.      Siapkan alat dan timbang semua bahan sesuai dengan basis.
2.      Campurkan evercoat dan filler, aduk hingga tercampur rata (stirer).
3.      Tambahkan BC, aduk hingga rata.
4.      Tambahkan Cellosite, aduk hingga tercampur rata.
5.      Tambahkan water aduk hingga rata.
6.      Aplikasikan pada keramik dan rekatkan pada paping.
7.      Keringkan.

D.          DATA PENGAMATAN        :
Pada pembuatan acrylic formula atau komposisi fillercukup banyak sehingga tidak dapat masuk semua. Filler yang tercampur hanya alumunium silika karena solvent yang digunakan sedikit.

E.           PEMBAHASAN                      :
Pada pembuatan acrylic ini proses yang dilakukan hanya pencampuran saja. Pada saat pencampuran filler, filler tidak dapat tercampur semua. Ini mengakibatkan adhesive kurang baik kualitasnya. Setelah diaplikasikan dengan menempelkan keramik pada paving, keramik menempel dengan kuat pada paving. Proses ini berlangsung selama kurang lebih satu minggu.
F.           KESIMPULAN                       :
Acrylic yang dihasilkan berbentuk pasta, berwarna putih. Diaplikasikan sebagai adhesive (menempelkan keramik pada paving).

G.          DAFTAR PUSTAKA             :
Martens, Charles R.1974.Technology of Paints, Varnishes and Lacquers.New York: Robert E Krieger Publishing Company


       Semarang, 24 Mei 2012
     Pembimbing                                                                                    Praktikan


      P. Singgih                                                                     Monica Yeni M     Titah J.P


LAPORAN RESMI
PRAKTIKUM TEKNOLOGI POLIMER
ACRYLIC UNTUK ADHESIVE


AKIN


Disusun oleh :
Kelompok 2A  /  3
Monica Yeni Marlina     110025
Titah Jati Pertiwi            110034

AKADEMI KIMIA INDUSTRISANTO PAULUS
SEMARANG

2012

No comments:

Post a Comment

(Chapter V - Food Technology) PERAN THEAFLAVIN DAN THEARUBIGINS DARI TEH HITAM DALAM MENCEGAH PENYAKIT JANTUNG

RINGKASAN Teh adalah minuman yang mengandung kafein , yang dibuat dengan cara menyeduh daun , pucuk daun, atau tangkai daun yang dikeri...