Thursday, November 8, 2018

(Chapter III - Organik) Laporan Praktikum Pembuatan sabun dari minyak

Nama                                      : Imam Alvhy W
Semester                                 : III
Kelompok                              : 11
Judul Praktek                        : Pembuatan Sabun dari Lemak Hewan(Tallow)
Tanggal Praktek                   : 29 November – 1 Desember 2011
Tujuan                                   : Mengetahui dan mampu cara pembuatan sabun dari lemak hewan

Dasar Teori  :
Sabun merupakan garam natrium/kalium dari asam lemak yang dapat diturunkan dari minyak atau lemak dengan direaksikan dengan alkali (seperti natrium/kalium hidroksida) pada suhu 80-100oC melalui suatu proses yang dikenal sebagai saponifikasi.
Lemak akan terhidrolisis oleh basa, menghasilkan gliserol dan sabun mentah. Sabun dapat dibuat pula dari minyak tumbunan seperti minyak zaitun.

Berdasar penggunaannya sabun digolongkan dari 3 jenis :
1.      Laundry Soap
Sabun yang tergolong dalam jenis ini adalah sabun yang bisa digunakan untuk mencuci.
Cth : sabun cuci piring, sabun cuci baju, dsb.
2.      Toilet Soap
Sabun yang tergolong jenis ini adalah sabun yang biasa digunakan di toilet untuk mandi dan perawatan kulit.
Cth : sabun mandi batangan maupun cair.
3.      Tekstil Soap

Reaksi pembentukan sabun dan strukture sabun yang dihasilkan :

Trigliserida + 3NaOH                          Sabun +  Glyserin

Berdasar reaksi diatas terlihat bahwa reaksi saponifikasi menghasilkan hasil samping gliserin. Oleh karena itu perlu dilakukan proses pemecahan/pemisahan untuk mendapatkan produk sabun.
Selanjutnya gliserin menjadi makanan, obat-obatan dan kosmetik. Lemak yang digunakan pada proses saponifikasi berupa lemak hewani/nabati. Sedangkan basa yang digunakan berupa basa-basa alkali(NaOH/KOH). Apabila basa yang digunakan NaOH, maka sabun yang dihasilkan akan lebih keras dibandingkan dengan menggunakan KOH. Istilah keras disini bukan menunjukan kekerasan secara fisik dari sabunnya.


Alat  Dan Bahan
Alat :        - Hot Plate
- Beaker Glass
- Erlenmeyer
- Pengaduk
- Gelas Arloji
- Tripot
- Bunsen
- Kassa Asbes
- Gelas Ukur
- Kertas Saring

Bahan :    -  Lemak Sapi (tallow)
-  Coconut Oil
-  NaOH
-  Aquades

Cara Kerja
1.      Timbang minyak dan tallow, kemudian campurkan kedua bahan tersebut dalam beaker glass.
2.      Buat larutan NaOH dengan konsentrasi 23,5%.
3.      Panaskan larutan NaOH dengan menggunakan Hot Plate.
4.      Setelah itu tambahkan campuran minyak & tallow sedikit demi sedikit, panaskan pada suhu 70oC, sambil dilakukian pengadukan.
5.      Panaskan sampai viscous, setelah semua campuran minyak dan tallow tercampur lalu dicetak dalam cetakan.
6.      Tunggu samapai campuran memadat maka akan dihasilkan toilet soap yang padat.
Gambar
1)Minyak      Tallow                                                                                                                                   
 


SALADBWL

                                     
     Pencampuran      

2) NaOH                          Camp minyak & tallow
SALADBWLSALADBWLSALADBWL




    Pemanasan                          Lart.NaOH                          Pengadukan (70oC)

SALADBWL3)
 


  
     Setelah viscous                   tuang dalam cetakan

Perhitungan
Bassis 100gr minyak
VCO   = x 100
= 30gr
Tallow = x 100
            = 70gr
NaOH 24% : 60gr
Lart.NaOH = x 60
                   = 14,4gr (dilart.kan dalam 60cc)
INS = Bilangan Penyabunan – Bilangan Iod
       = ( 257 + 197,5 ) – ( 9 + 41,5 )
       = 404
INS Campuran  =  x 250 +  x 156
                          = 184,5

Data Pengamatan
1.      Minyak dan tallow dicampurkan : campuran mudah tercampur dan berwarna kuning keruh.
2.      NaOH + Air dengan konsentrasi 23,5% : mudah terlarut, larutan menjadi panas, dan larutan berwarna putih keruh.
3.      Lart NaOH + Campuran minyak & tallow sedikit demi sedikit : campuran berwarna kuning keruh dan agak kental.
4.      Campuran dituang dalam cetakan : sabun menjadi memadat dan berwarna kuning cerah.

Pengujian :
Uji Busa (+)
pH : 9,5

Pembahasan 
Pada pembuatan sabun toilet kami tidak menemukan kesulitan. Namun biasanya sabun yang pembuatannya kurang baik pengadukan maupun kondisi suhu yang digunakan. Penambahan minyak dan tallow pada saat dicampurkan kedalam larutan NaOH harus sedikit demi sedikit.
Jika campuran sabun tidak larut/tercampur(homogen), anda bisa memperbaikinya dengan cara menambahkan sedikit air pada campuran.

Kesimpulan
            Sabun toilet yang dihasilkan berbentuk padat(batangan), berwarna kuning, berbusa, beraoma segar dan wangi dengan pH : 9,5.

Daftar Pustaka
http:// www.scribd.com/doc/23977749/pembuatan-sabun



  Semarang, 5 Desember 2011
Pembimbing,                                                                                    Praktikum


 Pak Singgih                                                                                     Imam Alvhy W










LAPORAN RESMI
PRAKTIKUM KIMlIA TERAPAN II
“Pembuatan Sabun dari Minyak Hewan”

logo akin
 












Imam Alvhy W
110017


AKADEMI KIMIA INDUSTRI SANTO PAULUS

SEMARANG

No comments:

Post a Comment

(Chapter V - Food Technology) PERAN THEAFLAVIN DAN THEARUBIGINS DARI TEH HITAM DALAM MENCEGAH PENYAKIT JANTUNG

RINGKASAN Teh adalah minuman yang mengandung kafein , yang dibuat dengan cara menyeduh daun , pucuk daun, atau tangkai daun yang dikeri...