Thursday, November 8, 2018

(Chapter III - Organik) Laporan Praktikum Pembuatan margarine

Nama                                      : Antonius Yunian Wicaksono
Semester                                 : III
Judul Praktek                        : Pembuatan Margarine
Tanggal Praktek                   : 11 November 2013
Tujuan                                   : Mengetahui cara pembuatan margarine dan mengerti bahan-   bahan yang digunakan

Dasar Teori  :
            Margarine adalah sebagai pengganti mentega dengan bentuk,bau , konsistensi rasa dan nilai gizi hampir sama dengan mentega. Margarin merupakan emulsi dengan type emulsi water in oil (w/o) yaitu fase air berada dalam fase minyak/lemak.
            Lemak yang digunakan untuk pembuatan margarin dapat berasal dari lemak hewani (lemak babi,lemak sapi) dan lemak nabati (minyak kelapa , minyak kedelai, minyak jagung). Syarat-syarat minyak nabati untuk pembuatan margarin :
  1. Bilangan iod rendah
Lemak yang mempunyai bilangan iod rendah lebih tahan terhadap kerusakan karena proses oksidasi.
  1. Warna minyak kuning muda lebih diinginkan
Ditambah beta karoten dan lesitin dalam umlah yang lebih besar sehingga diperoleh warna kuning mentega
  1. Flavor minyak yang baik

  1. Asam lemak yang stabil
Keuntungan minyak yang dihidrogenasi
- Stabil terhadap proses yang di oksidasi
- Minyak yang dihasilkan berbentuk padat
- Beberapa Jenis enzim dan ikroba perusak di in aktifkan
  1. Titik beku yang tinggi dan titik cair disekitar suhu badan
Pada suhu kamar margarine harus mempunyai konsistensi plastis, hal ini penting apabila jadi bahan pengoles roti.
  1. Jenis minyak harus terdapat disuatu daerah
Jika bahan banyak terdapat di suatu daerah maka harganya relatif murah
Proses Pembuatan Margarine
1)      Tahap Netralisasi
Proses untuk memisahkan asal lemak bebas dari minyak/ lemak dengan cara mereaksikan asam lemak bebas dengan basa hingga terbentuk sabun
2)      Tahap Bleaching ( pemucatan)
Untuk menghillangkan zat warna yang tidak disukai dalam minyak pemucatan dilakukan dengan mencampur minyak dengan sedikit absorben seperti bleaching eart/ karbon aktif
3)      Tahap Hidrogenasi
Untuk menjenuhkan ikatan rangkap dari rantai karbon asam lemak pada minyak lemak
4)      Tahap Deodorasi
Pemurnian minyak yang bertujuan untuk menghilangkan bau dan rasa tidak enak dalam minyak. Proses ini dilakukan dengan penyulingan minyak dengan uap panas dalam tekanan atmosfer atau vakuum
5)      Tahap Emulsifikasi
Bertujuan untuk mengemulsikan minyak dengan cara menambah emulsifier fase cair dan fase minyak pada suhu 80 C dengan tekanan 1 atm
Dua tahap emulsifikasi :
a)      Proses pencampuran emulsifier fase minyak
Emulsifier fase minyak merupakan bahan tambahan yang dapat larut dalam minyak yang berguna untuk menghindari terpisahnya air dari emulsi air minyak.
b)      Proses pencampuran emulsifier fase cair
Emulsifier fase cair merupakan bahan tambahan yang tidak larut dalam minyak. Bahan tambahan ini dicampurkan kedalam air yang akan dipakai untuk membuat emulsi dengan minyak.

Alat  Dan Bahan

Alat                      :


·           Beaker glass
·           Gelas ukur
·           Gelas arloji
·           Hot plate
·           Magnetic stirer




Bahan      : 


·         Tallows
·         Coconut oil
·         Tween 80
·         Span 80
·         Aquades




Cara Kerja

  1. Siapkan alat dan bahan.
  2. Campurkan minyak ke dalam tallow, dan tambahkan span 80. Kemudian panaskan hingga suhu 60-70 oC. (campuran 1)
  3. Tambahkan tween 80 ke dalam aquades. Lalu panaskan pada suhu 20-30 oC. (campuran 2)
  4. Masukkan campuran 2 ke dalam campuran 1.
  5. Lakukan tahap tersebut di atas hot plate kemudian masukkan magnetic stirer.
  6. Dinginkan margarin yang sudah jdi denga es batu.

Gambar

Margarine.png




Data Pengamatan
Pada pembuatan margarin, saat campuran air dan tween 80 dicampurkan dengan campuran minyak dan span 80 maka lama-kelamaan campuran berubah warna menjadi putih kekuningan. Hal ini menandakan terjadinya emulsi. Setelah pencampuran selesai, maka margarin didinginkan menggunakan es batu. Margarin yang dihasilkan berbentuk seperti es krim berwarna putih kekuningan.

Perhitungan

            Basis    : 100 gram margarine
            40% minyak    : 0,4 x 100 = 40 gram
                        Minyak terdiri dari lemak 20% dan minyak 80%, maka:
                        Minyak : 0,8 x 40 = 32 gram
                        Lemak (tallow) : 0,2 x 40 = 8 gram
            60% air            : 0,6 x 100 = 60 gram
            25% Emulsifier : 0,25 x 60 = 15 gram
                        Span 80           : HLB = 4,3
                        Tween 80        : HLB = 15
                        Required HLB =  6
Span = x
Tween = 1-x
            4,3x = 15( 1-x)
            4,3x = 15 – 15x
               x   = 0,84

1 – x = 1 – 0,8
= 0,16
Hasil dibulatkan menjadi :
span 80 = 0,8
tween 80 = 0,2
 Span 80 = 0,8 x 15 = 12 gram
Tween 80 = 0,2 x 15 = 3 gram

Pembahasan 
Pada pembuatan margarine kali ini dilakukan pada skala laboratorium kecil. Margarine merupakan bentuk emulsi W/O yang dibuat dengan menggunakan emulsifier. Dalam pembuatan margarine kali ini dibagi dalam beberapa tahap. Pertama yaitu menentukan emulsifier yang akan digunakan sesuai dengan perhitungan. Setelah menentukan emulsifier yang akan digunakan, kita buat perbandingan antara oil dan water yang akan digunakan. Sementara itu emulsifier dimasukkan ke dalam air dan minyak sesuai dengan jenisnya. Pencampuran dilakukan dengan pemanasan hingga suhu 70 oC agar emulsi dapat terbentuk. Selain itu faktor lain yang mempengaruhi pembentukan emulsi yaitu pengadukan. Pada praktikum kali ini margarine yang dihasilkan kurang baik karena proses pengadukan saat pencampuran kurang maksimal. Margarin yang dihasilkan tidak membentuk kristal melainkan hanya beku. Pembentukan kristal pada margarin hanya dihasilkan jika menggunakan alat yang bernama votator. Votator ini akan mendinginkan margarin seketika atau biasa disebut pendinginan kejut sehingga membentuk kristal pada margarin yang membuat margarin tidak akan meleleh pada suhu kamar. Hal ini disebabkan apabila menggunakan pendinginan kejut akan membentuk kristal yang memiliki titik leleh sedikit lebih tinggi dari suhu kamar.


Kesimpulan
            Jadi margarine yang dihasilkan berbentuk emulsi W/O, dan berwarna putih kekuningan berbentuk seperti es krim. Margarin akan meleleh jika dibiarkan pada suhu kamar.
Daftar Pustaka
            S, Daniel, Matil, F, Karl, dkk. 1964. Bailey’S Industrial Oil and Fat Products. New York. John Wiley and Sons inc.

  Semarang, 15 November 2013
Pembimbing,                                                                                    Praktikan,


  Pak Singgih                                                                     Antonius Yunian Wicaksono       
















LAPORAN RESMI
PRAKTIKUM KIMlIA TERAPAN II
“Pembuatan Margarine

logo akin
 












ANTONIUS YUNIAN WICAKSONO
112002


AKADEMI KIMIA INDUSTRI SANTO PAULUS

SEMARANG

No comments:

Post a Comment

(Chapter V - Food Technology) PERAN THEAFLAVIN DAN THEARUBIGINS DARI TEH HITAM DALAM MENCEGAH PENYAKIT JANTUNG

RINGKASAN Teh adalah minuman yang mengandung kafein , yang dibuat dengan cara menyeduh daun , pucuk daun, atau tangkai daun yang dikeri...