Thursday, November 8, 2018

(Chapter III - Organik) Laporan Praktikum Pembuatan dekstrin

Nama                           : Antonius Yunian Wicaksono
NIM                            : 112002
Kelompok                   : 1
Judul                            : Dekstrin dan Lem
Tanggal                       : 2 Desember 2013
Tujuan                         : dapat mengetahui cara pembuatan Dekstrin dan Lem yang benar

Dasar Teori      :

Istilah dekstrinasi yang mengacu pada modifikasi tepung yang di lakukan dengan pemanasan menjadi bentuk senyawa yang dipasaran berbentuk padat. Tepung dibuktikan dengah HCl/Cl2  atau di giling terlebih dahulu di semprotkan dalam sejumlah kecil larutan asam dalam air, dapat juga di buktikan dengan HCl/Cl2 atau di giling dengan berbagai macam bahan kimia.
            Tetapi sifat fisik dekstrin yaitu padatan kering, ini dapat diproduksi dengan pemanasan kering sehingga pembedaan dengan penjemuran di bawah sinar matahari (proses basah) untuk menghasilkan tepung dengan pemanasan rendah, itulah makna dari dekstrinasi menggunakan tepung yang ada di pasaran.
            Ada 2 prinsip pelaksanaan dekstrinifikasi secara fisik yang penting, yaitu :
  1. Aliran berair
  2. kelarutan dalam air
Aliran dekstrinasi dapat di lakukan melalui 2 jenis aliran berair:
  1. Non-newtonia
  2. Approximate newtonia
Tipe aliran non-newtonia mewakili hubungan suhu viscositas. Dekstrin jagung “putih” di ubah di bawah suhu relative rendah. Dekstrin/pyrodekstrin di produksi dengan cara pemanasan kering dari tepung kanji yang belum di modifikasi, pada bagian ini juga termasuk hasil produksi enzim (atau hidrolisis di tepung kanji basah).
Adapun perbedaan dekstrin dan pati:
Pati :   
1. Tidak larut dalam air dingin.
2. Bila di tes iod akan membirikan warna ungu.
Dekstrin:
  1. larut dalam air.
  2. tidak larut alcohol/eter.
  3. bila di tes iodine memberikan warna merah kecoklatan (dalam air dingin) dan biru tua (dalam air hangat).
  4. bila di test fehling memberikan warna coklat.
  5. berbau.
Dekstrin dapat di hasilkn dengan cara mereaksikan tepung dengan air dan asam kuat dengan pemanasan suhu sekitar 950-1200. Pati yang dihidrolisa dengan Hcl ini tidak mungkin membentuk glukosa sirup karena mengandung asam.

Dekstin di golongkan menjadi beberapa jenis, yaitu:
    1. dekstrin kuning
hidrolisis pada temperature tinggi untuk waktu yang lama memakai sedikit asam. Warnanya yang semula coklat muda menjadi kuning, sedikit berbau, viscositas samgat rendah pada air dingin.
  1. dekstin putih
hidrolisis pada tempratur rendah, menyebabkan akan memberikan warna merah apabila di tambah iodin, dan akan sedikit memadat bila di campur air.
Kegunaan dekstrin:
1.      untuk ekstrak kering pil.
2.      untuk memersiapkan campuran dan bau tidak pesing.
3.      untuk mempertebal celupan porselen yang di gunakan pada kin getah pada warna yang tidak luntur pada kertas kain.
4.      untuk permadani cetak.
5.      tinta cetak
6.      untuk pembuatan kembang api.
7.      sizing paper and fubrics

Lem adalah bahan lengket (biasanya cairan) yang dapat merekatkan 2 benda atau lebih. Lem bisa dibuat dari bagian tumbuhan atau hewan, maupun bahan kimia dari minyak. Lem pertama mungkin adalah cairan alami yang berasal dari pohon saat ditebang. Kemudian orang belajar membuat lem dengan merebus kaki, tulang, ataupun tulang rawan binatang. Beberapa lem yang kuat pertama kali dibuat dari tulang ikan, karet, atau susu.
Lem sederhana dapat dibuat di rumah dengan mencampur tepung terigu dan air. Lem ini akan merekatkan potongan-potongan kertas bersama. Banyak seni yang dapat dibuat menggunakan lem. Kliping adalah karya seni yang dibuat dengan menggunakan lem untuk merekatkan benda-benda berwarna ke kertas.Beberapa lem dapat dibuat untuk menahan air masuk perahu, bangunan, atau kendaraan. Dalam kasus ini, lem bisa disebut ca(u)lk. Beberapa bahan buatan manusia, seperti bahan seperti kayu, dibuat menggunakan lem untuk merekatkan potongan-potongan kecil bahan atau bubuk.Banyak lem yang aman, namun banyak jenis lem yang mengandung bahan kimia berbau menusuk. Beberpaa orang menghirup lem seperti itu untuk merasa nyaman. Terkadang orang salah menghirup uapnya. Ini amat tidak baik karena bahan kimia itu sering beracun dan bisa menyebabkan kerusakan otak ataupun sakit.
Alat dan Bahan
Alat :
  1. beaker glass.
  2. Erlenmeyer
  3. pengaduk
  4. cawan
  5. corong
  6. kertas saring
  7. gelas ukur
  8. pipet mata

Bahan :
  1. Pati maizena.
  2. HCl.
  3. Aquades
  4. NaoH
  5. Tawas
  6. Litopone
  7. Boraks
  8. Gliserin
  9. Formalin
  10. Phenol




Cara Kerja :
Dekstrin
1. timbang pati maizena.
2. kemudian larutkan pati dngan aquades kurang lebih 100 ml.
3. Tambahkan HCl 8% encr tetes demi tetes sambil di aduk hingga ph 2.
4. di test dengan iod sampai warna biru tua.
5. Setelah di test dengan iod positif, kemudian di netralkan dengan larutan   NaOH.
6. Saring lalu keringkan.
Lem
  1. Timbang bahan sesuai kebutuhan
  2. Larutkan tawas dalam aquadest
  3. Tambahkan dekstrin dan pati
  4. Masukan litopone dan boraks,panaskan sambil diaduk merata
  5. Tambahkan gliserin, formalin, dan phenol
  6. Aduk lem hingga matang

Gambar Kerja
Dekstrin
                                    HCl                             tes Iod              Penetralan                   
                                                                        Iod                   NaOH



                 Suspensi Pati
Lem
   Dekstrin  Pati maizena                            Gliserin  Phenol  Formalin
tawas               Aquadest               Litopone                         Boraks
 


                                                                                                                     




DATA PENGAMATAN
            Dekstrin
            Pada awalnya dilakukan pelarutan pati maizena dengan air hal ini dilakukan untuk mempermudah dilakukannya reaksi pemotongan rantai kemudian di tambahkan dengan HCl 8%, HCl digunakan yang encer karena reaksi ini dilakukan sebagian hingga Ph 2 , setelah itu di netralkan dengan NaOH dan di saring, residu yang didapat di keringkan sebagai hasil.
            Lem
            Pertama dilarutkan tawas dalam aquadest karena pelarutan lama dilakukan pemanasan hanya untuk mempercepat pelarutan, setelah itu ditambahkan litopone, boraks dan dipanaskan kemudian ditambah gliserin, formalin dan phenol dengan suhu yang digunakan di bawah suhu gelatinasi pati tersebut.
Pembahasan
            Pada proses pembuatan dekstrin kami cukup mengalami kesulitan, hal yang perlu diperhatikan untuk proses penetralan. Pada proses ini dituntuk kesabaran karena pada proses ini akan memakan waktu yang cukup lama, jaka asal asalan dalam penetralan akan berdampak pada hasil.
            Pada proses pembuatan lem kami mengalami kesulitan pada pencampuran pati dan dekstrin karena pada proses ini jika pengadukan tidak cepat maka pati dan dekstrin akan membentuk gumpalan-gumpalan yang tampak pada campuran.
Kesimpulan
Jadi dekstrin berwarna putih dan berbentuk padatan dan pada saat dilakukan pengecekan iod berwarna biru tua.
DAFTAR PUSTAKA
Radley, J. A. 1954. Starch and Its Derivatives Vol. One 3rd Edition. New York: John Wiley and Sons Inc. 440 Fourth Avenue
           

                                                                                                Semarang, 16 Desember 2013
    Pembimbing                                                                                    Praktikan



   Bapak Ronny W. S.                                                             Antonius Yunian Wicaksono
LAPORAN RESMI
PRAKTIKUM KIMlIA TERAPAN II
“Pembuatan Dekstrin dan Lem

logo akin
 


















ANTONIUS YUNIAN WICAKSONO
112002


AKADEMI KIMIA INDUSTRI SANTO PAULUS
SEMARANG

2013

No comments:

Post a Comment

(Chapter V - Food Technology) PERAN THEAFLAVIN DAN THEARUBIGINS DARI TEH HITAM DALAM MENCEGAH PENYAKIT JANTUNG

RINGKASAN Teh adalah minuman yang mengandung kafein , yang dibuat dengan cara menyeduh daun , pucuk daun, atau tangkai daun yang dikeri...