Thursday, November 8, 2018

(Chapter III - Organik) Laporan Praktikum Pembuatan minyak bawang / garlic oil

Nama                                      : Imam Alvhy W
Semester                                 : III
Kelompok                              : 11
Judul Praktek                        : Pembuatan minyak atsiri dari bawang (Garlic Oil)
Tanggal Praktek                   : 10,15 & 17 November 2011
Tujuan                                   : Mengetahui dan mampu cara pembuatan minyak atsiri

Dasar Teori  :
Minyak atsiri, atau dikenal juga sebagai minyak eteris (aetheric oil), minyak esensial, minyak terbang, serta minyak aromatik, adalah kelompok besar minyak nabati yang berwujud cairan kental pada suhu ruang namun mudah menguap sehingga memberikan aroma yang khas. Minyak atsiri merupakan bahan dasar dari wangi-wangian atau minyak gosok (untuk pengobatan) alami. Di dalam perdagangan,sulingan minyak atsiri dikenal sebagai bibit minyak wangi.
Para ahli biologi menganggap, minyak atsiri merupakan metabolit sekunder yang biasanya berperan sebagai alat pertahanan diri agar tidak dimakan oleh hewan (hama) ataupun sebagai agen untuk bersaing dengan tumbuhan lain (lihat alelopati) dalam mempertahankan ruang hidup. Walaupun hewan kadang-kadang juga mengeluarkan bau-bauan (seperti kesturi dari beberapa musang atau cairan yang berbau menyengat dari beberapa kepik), zat-zat itu tidak digolongkan sebagai minyak atsiri.
Secara kimiawi, minyak atsiri tersusun dari campuran yang rumit berbagai senyawa, namun suatu senyawa tertentu biasanya bertanggung jawab atas suatu aroma tertentu. Sebagian besar minyak atsiri termasuk dalam golongan senyawa organik terpena dan terpenoid yang bersifat larut dalam minyak.

Bawang Putih
Allium sativum, umumnya dikenal sebagai bawang putih, adalah spesies dalam bawang genus Allium . Kerabat dekat meliputi bawang, bawang merah , daun bawang , lokio , dan rakkyo . Datang kembali lebih dari 6.000 tahun, bawang putih asli Asia Tengah, dan telah lama menjadi pokok di wilayah Mediterania, sebagai serta bumbu yang sering di Asia, Afrika, dan Eropa. Hal itu diketahui Mesir Kuno , dan telah digunakan sepanjang sejarah untuk kedua kuliner dan obat.

Garlic oil
Berisi 0,1-0,36% (biasanya ca 0,2%.) Minyak atsiri, alliin (S-alil-l-sistein sulfoxide), S-metil-l-sistein sulfoxide, enzim (misalnya, alliinase, peroksidase, dan myrosinase), ajoenes ( E, Z-ajoene, E, Z-methylajoene, dan dimethylajoene), protein (16,8%, dasar berat kering), mineral, vitamin (tiamin, riboflavin, niasin, dll), lipid, asam amino, dan lain-lain. 
Minyak atsiri mengandung allicin (diallyldisulfide-S-oksida; diallyl thiosulfinate), disulfida allylpropyl, diallyl disulfida, dan diallyl trisulfide sebagai komponen utama, dengan jumlah yang lebih kecil dari dimetil sulfida, dimetil disulfida; trisulfide dimetil, sulfida allylmethyl, 2,3, 4-trithiapentane, bis-2-propenil tri-, tetra-, dan pentasulfides, dan senyawa sulfur yang terkait. Rebus bawang putih juga mengandung natrium 2-propenil tiosulfat. Data yang paling diterbitkan sejak 1892 telah menunjukkan diallyl disulfide menjadi senyawa utama dalam minyak bawang putih (60%). Namun, satu studi menunjukkan bahwa diallyl trisulfide mendominasi dalam minyak yang baru disuling. Senyawa volatil lain yang hadir termasuk citral, geraniol, linalool, dan α-dan β-phellandrene. 
Prostaglandin A 2 dan F la diisolasi dari ekstrak bawang putih homogen. Fructans berat molekul tinggi dan agglutinins (homo dan heterodimeric mannose-binding lectin) juga terisolasi dari bawang putih. 
Allicin adalah prinsip utama bau yang dihasilkan oleh aksi enzimatik alliinase di alliin, melainkan terurai oleh panas dan alkali, tetapi tidak dipengaruhi oleh asam dalam larutan encer. 
Komposisi produk bawang putih tergantung pada bentuk produk. Thiosulfinates (misalnya, allicin) ditemukan akan dirilis hanya dari siung bawang putih dan produk bubuk bawang putih, vinil dithiins dan ajoenes ditemukan hanya dalam produk yang mengandung bawang putih direndam dalam minyak nabati; diallyl, metil alil, dan komponen seri dimetil sulfida yang eksklusif untuk produk-produk mengandung minyak bawang putih suling uap.     
Minyak bawang putih adalah sulingan dari bawang atau seluruh tanaman satiumallium, mengandung propil alil disulfida dan disulfida diallyl. Karakteristik dari minyak bawang ini adalah minyak berwarna kuning kecoklatan dengan bau/aroma tajam dengan density 1,046-1,057 (gr/v). Tidak larut dalam air tetapi larut dalam alkohol.
Penggunaan minyak bawang ini adalah sebagai stimulan dalam batuk dan pilek dan juga dapat digunakan untuk penghilang ketombe. Minyak bawang tidak beracun tetapi dapat menyebabkan dermatitis pada individu yang sensitif atau bila kontak berkepanjangan.
Alat  Dan Bahan
Ø  Alat                :  - Beaker
   - Kain saring
   - Alonga
   - Water bath
   - Pendingin Leibig
   - Termometer
   - Erlenmeyer
   - Labu destilasi
   -Statif
   -Bunsen 
Ø  Bahan            :  - Bawang Putih
   - Etanol

Cara Kerja
  1. Timbang bawang putih sesuai basis
  2. Kemudian bawang putih tersebut dihancurkan/diblender
  3. Setelah halus dimasukan kedalam beaker glass dan direndam menggunakan ethanol ± 24 jam
  4. Disaring dan diperas, kemudian didestilasi untuk memisahkan minyak bawang dengan ethanol dengan suhu ± 780C
  5. Dipisahkan dengan kertas saring

Gambar
                                                                    etanol 
SALADBWLSALADBWLSALADBWL                                                                                                                           
       Ditimbang                dihancurkan           direndam                             destilasi                                                                                         


Perhitungan
Ø  Massa awal bawang putih       = 300 gram
Ø  Volume hasil                           = 98 ml
Rendemen       = volume basis (v)  x 100 %
                           Basis awal (g)

                                    = 98 ml  x 100 %
                                      300 ml

                                    = 32,667 %

Data Pengamatan
  1. Pada saat bawang putih diblender menjadi halus, kemudian direndam dengan ethanol berubah warna yang semula jernih menjadi putih pucat
  2. Terjadi pengurangan volume ethanol setelah direndam karena ethanol terserap oleh bawang putih yang sudah dihaluskan
  3. Kemudian pada proses destilasi, terjadi proses pemisahan ethanol dari minyak bawang
  4. Residu yang tertinggal dari proses destilasi, didiamkan dan terbentuk 2 lapisan yaitu lapisan atas(garlic oil) dan lapisan bawah(pengotor).
  5. Ambil lapisan atas dan disaring agar mendapatkan minyak bawang(garlic oil) yang lebih banyak.

Pembahasan 
Pada proses pembuatan minyak atsiri dari bawang putih tidak mengalami kendala. Kami melakukan perendaman sampai 2x. Pertama kami merendam bawang putih tersebut dengan ethanol selama 24 jam. Kemudian kami melakukan perendaman lagi dengan skala waktu yang lebih lama yaitu 4 hari. Ternyata setelah kami amati, perendaman yang kedua bawang tersebut masih mengandung minyak bawang(garlic oil). Setelah itu kami lakukan pengambilan minyak dengan cara destilasi. Kami melakukan destilasi dengan menggunakan suhu ± 78 0C. Kami mendapatkan minyak bawang. Minyak bawang yang kami dapatkan  perlu disaring karena minyak bawang setelah disaring akan menjani coklat kekuningan yang jernih.
Kesimpulan
            Minyak atsiri dari bawang putih yang kami peroleh berwarna coklat kekuningan dan memiliki rendemen sebanyak 32,667 %, yang beraroma bawang putih.

Daftar Pustaka
Hanggard, Howard.W.1954.HANDBOOK OF COSMETIC MATERIAL.New York: Interscience Publisers



  Semarang, 17  November 2011
Pembimbing,                                                                                    Praktikum


  Pak Ronny                                                                                     Imam Alvhy W







LAPORAN RESMI
PRAKTIKUM KIMIA TERAPAN II
“MINYAK ATSIRI DARI BAWANG PUTIH”

logo akin
 









Imam Alvhy W
110017


AKADEMI KIMIA INDUSTRI SANTO PAULUS

SEMARANG

No comments:

Post a Comment

(Chapter V - Food Technology) PERAN THEAFLAVIN DAN THEARUBIGINS DARI TEH HITAM DALAM MENCEGAH PENYAKIT JANTUNG

RINGKASAN Teh adalah minuman yang mengandung kafein , yang dibuat dengan cara menyeduh daun , pucuk daun, atau tangkai daun yang dikeri...