Thursday, November 8, 2018

(Bagus) Laporan Praktikum cat tembok

Nama                          : Antonius Yunian Wicaksono
Kelompok                  : 9
Semester                     : 2
Materi Praktik           : Cat tembok
Tanggal Praktik        : 3 Juni 2013
Tujuan Praktik         : Mahasiswa dapat membuat dan mengerti bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan cat tembok.
Dasar Teori    :
Cat adalah istilah umum yang digunakan untuk keluarga produk yang digunakan untuk melindungi dan memberikan warna pada suatu objek atau permukaan dengan melapisinya dengan lapisan berpigmen. Cat dapat digunakan pada hampir semua jenis objek, antara lain untuk menghasilkan karya seni (oleh pelukis untuk membuat lukisan), salutan industri (industrial coating), bantuan pengemudi (marka jalan), atau pengawet (untuk mencegah korosi atau kerusakan oleh air).
Bahan baku cat secara garis besar terdiri dari 4 bagian, yaitu
1. Vehicle    : komponen pokok dala cat yang berfungsi untuk menghasilkan hardness, flexibility dan pembentukan lapisan.
2. Solvent    : berfungsi untuk mengencerkan cat sebelum di aplikasikan ke barang.
3. Pigment   : berfungai sebagai pewarna dan menciptakan daya tutup cat.
4. Additive  : bahan tambahan untuk menjadikan cat mudah di aplikasikan dan hasilnya sesuai dengan keinginan.
Macam – macam pengering cat :
1. Secara Fisika :campuran cat. Bila semua thinner yang ada di dalam campuran itu sudah menguap maka cat itu kering. Contoh ; Pengeringan untuk cat NC dan Alkyd.
2. Secara kimia : yaitu adanya reaksi kimia antara dua benda yang berlainan jenis. Contoh : Pengeringan melamine dan PU setelah bereaksi dengan hardener.
3.  Secara Radiasi : pada cat UV bisa kering setelah kena radiasi dari lampu UV (Ultra Violet) yang ada dalam mesin UV. (by Amirul Yazed, akzonobel coatings)
Poses pelapisan ada 3 cara yaitu         :
·         Dicelup
·         Dispray
·         Dioleskan
Fungsi cat        :
·         Menjadikan lebih menarik
·         Lebih kuat
·         Terlindungi
Bahan yang digunakan dalam pembuatan cat       :
1.    Resin
Resin berfungsi untuk merekatkan bahan yang ada pada cat dan melekatkan pada permukaan bahan yang dicat/film. Resin merupakan zat polimer yang terdiri dari : Natural oil, Nitri cellulose, Polyester, Melamine, Epoxy dan Polyurethane
Termoplas : dapat kembali ke bentuk semula sedangkan Termoset tidak dapat kembali ke bentuk semula.
2.    Solvent
Tujuan utama dari pelarut adalah untuk menyesuaikan sifat menyembuhkan dan viskositas cat. Hal ini stabil dan tidak menjadi bagian dari film cat. Ini juga mengontrol sifat alir dan aplikasi, dan mempengaruhi stabilitas cat sedangkan dalam keadaan cair. Fungsi utamanya adalah sebagai pembawa untuk komponen non volatil. Zat-zat volatil memberikan sifat mereka sementara-setelah pelarut telah menguap atau hancur, cat yang tersisa adalah tetap ke permukaan.
Solvent atau pelarut cat ada 2 macam yaitu
1.     Water base (air)
2.     Solvent base (non air)
Solvent hidrokarbon adalah unsur senyawa penyusun terdiri dari atom C, H, O. Jenis solvent hydrocarbon antara lain          :
a.       Alifatis yaitu ikatannya lurus. Contoh : Minasol-M, Petroteum benzene, Petroleum ether
b.      Aromatis yaitu ikatannya melingkar. Contoh : Toluence, Xylene
c.       Halogenetik hidrokarbon. Contoh : Metilen, chloride
Solvent oksigenated yaitu struktur kimianya mengandung oksigen.  Contoh : ether, keton, alcohol.

3.    Additive
Additive adalah zat yang ditambahkan dengan tujuan meningkatkan kualitas.
Fungsi zat additive :
·         Untuk mempercepat proses
·         Mempertahankan kekentalan cat
·         Mengurangi akibat jelek selama pemakaian
·         Contoh : anti sagging
·         Mencegah pemisahan pigmen
·         Mencegah bercak busa
·         Contoh : anti foaming
4.    Pigmen
Pigmen adalah butiran padatan dimasukkan ke dalam cat untuk berkontribusi warna, ketangguhan, tekstur dan mengurangi biaya cat.
Pigmen dapat diklasifikasikan sebagai jenis alam atau sintetik. pigmen Alam meliputi berbagai lempung, karbonat kalsium, mika, silika, dan talcs. Sintetis akan mencakup molekul direkayasa, dikalsinasi tanah liat, fixe blanc, diendapkan kalsium karbonat, dan silika pyrogenic sintetis.




Alat dan Bahan         :          


Alat     :


                                             1.         Beaker glass
                                             2.         Cawan porselin
                                             3.         Pengaduk
                                             4.         Gelas Ukur
                                             5.         Gelas arloji
                                             6.         Timbangan
                                             7.         Anak Timbang


Bahan :



1.   PVAC               15 g
2.   TiO2                  1 g
3.   Al2SiO3             1 g
4.   Lithopon           5 g
5.   CaCO3              30 g


6.   Talk                   10 g
7.   Kaolin               15 g
8.   Cellosize           0,5 g
9.   Pine oil              2 ml
10.  Aquadest         50 ml


Cara Kerja    :
1.      Encerkan PVAC dalam 25 ml Aquades ( Lar.1 ).
2.      Semua bahan yang berupa serbuk dicampur rata kemudian tambahkan ke lar.1 sedikit demi sedikit diaduk hingga rata. ( Lar.2 ).
3.      Pada tempat lain larutkan cellosize dengan sisa air kemudian masukan ke lar.2.
4.      Tambahkan Pine oil aduk hingga homogen.
Gambar          :

PVAC           Aquades 25 ml        




                                               Semua Bahan Yang Berbentuk Serbuk              Lar.2

Cellosize      Sisa Air
                                                       Pine Oil




                                                                  Lar.2                                     Cat Tembok

Data Pengamatan      :           
            PVAC + 25 ml Air : Sulit larut, pengadukan lama, agak kental, dan bewarna putih susu, mencampur semua bahan bubuk : Mudah larut, berbentuk bubuk, dan bewarna putih. Cellosize + Sisa Air : Berbentuk cair, kental, dan Bening. Lar.2 dicampurkan ke Lar.1 mempunyai bentuk kental, menggumpal, keras, dan bewarna abu-abu. Penambahan Lar.Cellosize ke Lar.3 : Larutan menjadi encer dan warna putih. Terakhir ditambahan Pine Oil : Mengencerkan Larutan, agak berminyak, dan bewarna putih.
Pembahasan  :
            Pada praktikkum pembuatan cat kali ini dilakukan pada laboratorium berskala kecil. Cat yang akan dibuat yaitu cat tembok. Cat tembok merupakan emulsi yang bertipe O/W (oil in water). Solvent yang digunakan ialah air. Pembuatan cat tembok kali ini dibagi dalam beberapa tahap cara kerja. Pertama yaitu membuat larutan PVAC. PVAC diencerkan dalam beberapa ml air. PVAC berbentuk semi padat, hal ini membuat PVAC agak sukar larut dalam air. Dalam pelarutannya harus disertai dengan pengadukan. Larutan yang terjadi berbentuk seperti putih susu dan encer dan terbentuk gelembung-gelembung padat. Setelah semua PVAC larut, selanjutnya bahan-bahan yang berbentuk bubuk seperti lithopone, CaCO3, TiO2, dan lainnya (kecuali cellosize), dicampurkan pada satu wadah dan aduk hingga merata. Setelah campuran sudah terlihat rata, tambahkan larutan PVAC ke dalam campuran tersebut dan aduk hingga merata. Pada tahap ini memang pencampuran yang sulit untuk dilakukan karena perbandingan bubuk yang telah dicampurkan dengan larutan PVAC berbeda. Hal ini membuat campuran serbuk menjadi munggumpal dan lembab. Pada tempat lain, larutkan cellosize dengan air. Larutan cellosize yang terbentuk seperti putih telur dan kental. Cellosize merupakan zat padat dan sukar larut dalam air. Oleh karena itu saat membuat larutan cellosize harus disertai pengadukan yang benar. Selanjutnya, masukkan larutan cellosize ke dalam campuran dan aduk hingga rata. Terakhir, tambahkan pine oil dan aduk hingga rata. Untuk mencapai kekentalan yang diinginkan, tambahkan air yang berfungsi sebagai pelarut dalam cat tembok.

           
Kesimpulan    :          
Cat Tembok yang dihasilkan berbentuk agak kental dan berwarna putih opaque dan sedikit berbau pine oil.


Daftar Pustaka                   
Akin ST.Paulus-SMK KI Theresiana Semarang. 2003. Praktikum Kimia Teknologi.
Bently, J. (Author) and Turner, G.P.A. (Author) (1997). Introduction to Paint Chemistry and Principles of Paint Technology. Unk.. ISBN 0412723204.
Woodbridge, Paul R. (Editor) (1991). Principles of Paint Formulation. Unk.. ISBN 0412029510.

                                                                                


Semarang, 7 Juni 2013
Pembimbing                                                                  Praktikan



  Ir.Ronny Windu S.,MT                                             Antonius Yunian Wicaksono
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA TERAPAN
CAT TEMBOK”











Antonius Yunian Wicaksono
112002






AKADEMI KIMIA INDUSTRI SANTO PAULUS
SEMARANG

2013

No comments:

Post a Comment

(Chapter V - Food Technology) PERAN THEAFLAVIN DAN THEARUBIGINS DARI TEH HITAM DALAM MENCEGAH PENYAKIT JANTUNG

RINGKASAN Teh adalah minuman yang mengandung kafein , yang dibuat dengan cara menyeduh daun , pucuk daun, atau tangkai daun yang dikeri...